Rabu, 25 Maret 2009
ungkapan hikmah
Jumat, 20 Maret 2009
zikru jalalah

Tiada tuhan selain Allah
Tiada tuhan selain Allah
disembah setiap tempat
Tiada tuhan selain Allah
disebut setiap lidah
Tiada tuhan selain Allah
dikenali dengan keihsanan
Tiada tuhan selain Allah
setiap masa sentiasa mentadbir ‘alam
Tiada tuhan selain Allah
(Kami mohon) keamanan, keamanan dari kehilangan iman dan dari fitnah godaan syaithan. Wahai Tuhan yang sifat keihsananNya kekal abadi, telah banyak keihsananMu terhadap kami, keihsananMu yang berkekalan. Wahai Tuhan yang Maha Penyayang, Wahai Tuhan yang Maha Penganugerah, Wahai Tuhan yang Maha Pengasih, Wahai Tuhan yang Maha Pemurah, Wahai Tuhan yang Maha Pengampun, Wahai Tuhan yang Maha Pemaaf, ampunkanlah kami dan rahmatkanlah kami, Engkaulah sebaik-baik Pengasih.
يَا رَبِّ يَا عَالِمَ الْحَالْ
يَا رَبِّ يَا عَالِمَ الْحَالْ
يَا رَبِّ عَالِمَ الْحَـالْ
Wahai Allah yang mengetahui hal hamba
إِلَيْكَ وَجَّهْتُ اْلآمـَالْ
Kepada-Mu aku hadapkan segala cita-cita
فَامْنُنْ عَلَيْناَ بِاْلإقْبـَالْ
Kurniakanlah kami nikmat perkenan dari-Mu
وَكُنْ لَناَ وَاصْلِحِ الْبـَالْ
Serta belas kasihan dan tenteramkan hati kami
يَارَبِّ يَا خَيـْرَ كـَافِي
Wahai Allah yang Maha mencukupi
اُحْلُـلْ عَلَيْنـَا الْعَـوَافِي
Berilah kami sihat afiat
فَلَيْسَ شَيْء ثَمَّ خـَافِي
Kerana tiada yang sulit atas-Mu
عَلَيْكَ تَفْصِيْلُ وَاجْمـَالْ
Segala sesuatu dalam pengetahuan-Mu
وَقَـْد أَتـَاكَ بِعُـذْرِه
Ia telah datang pada-Mu dengan dosa
وَبِانْكِسـَارِهِ وَفَقْـرِه
Dan kesedihan dan kefakirannya
فَاهْزِمْ بِيُسْـرِكَ عُسْـره
Angkatlah dengan kemudahan-Mu segala kesusahannya
بِمَحْضِ جُوْدِكَ وَاْلإِفْضَالْ
Dengan Berkat kemurahan dan kurnia-Mu
وَامْـنُنْ عَلَيـْهِ بِتَوْبـَةْ
Kurniakanlah padanya taubat
تَغْسِلْهُ مِنْ كُلِّ حَوْبـَةْ
Yang dapat menghapus segala dosa
وَاعْصِمْهُ مِنْ شَرِّ أَوْبـَةْ
Jagalah ia dari segala bahaya
لِكُلِّ مَا عَنْهُ قَدْ حـَالْ
Dari segala yang akan menimpa padanya
فَأَنْتَ مَـوْلَى الْمَـوَالِي
Engkau adalah Tuhan seluruh hamba
الْمُنْـفَرِدُ بِـالْكَمـَالِ
Yang Esa dalam kesempurnaanMu
وَبِـالْعُـلَى وَالتَّعـَالِي
Dalam ketinggian dan keagunganMu
عَلَوْتَ عَنْ ضَرْبِ الأَمْثَالْ
Maha suci Allah dari semua keserupaan
جُوْدُكَ وَفَضْلُكَ وَبِـرُّكَ
Kemurahan, kurnia, dan kebaikan-Mu
يُرْجَى وَبَطْشُكَ وَقَهْـرُكَ
Sungguh sangat di harapkan. Murka dan marah-Mu
يُخْشَى وَذِكْرُكَ وَشُكْـرُكَ
Sungguh sangat di takutkan. Berdzikir dan bersyukur pada-Mu
لاَزِمْ وَحَمْدُكَ وَاْلإِجْـلاَلْ
Adalah lazim, demikian pula memuji dan mengagungkan-Mu
وَصَـلِّ فِي كُلِّ حَالَـةْ
Selawat pada setiap masa
عَلَى مُزِيْـلِ الضَّلاَلـَةْ
Di atas nabi penghapus kesesatan
مَـنْ كَلَّمَتْـهُ الْغَزَالـَةْ
Kepadanya rusa bercakap
مُحَمَّدِ الْهـَادِي الـدَّالْ
Iaitu Muhammad penunjuk jalan
وَالْحَمْـدُ لِلّـه شُكْـرًا
Segala puji bagi Allah sebagai tanda syukur
عَلَى نِعَمٍ مِنْـهُ تَتْـرَى
Atas nikmatNya yang tidak putus
نَحْمَـدُهُ سِـرًّا وَجَهْـرًا
Kami memuji padaNya dengan rahsia dan terang
وَبِـالْغَـدَايَـا وَاْلآصـَالْ
Siang malam setiap waktu
يا سيدي يا رسول الله
يا سيدي يا رسول الله
يا سيدي يا رسولَ الله - يا من له الجَاهُ عند الله
إنّ الْمُسِيْئِيْنَ قدْ جَاءُوك - بالذّنْبِ يَسْتَغْفِرُونَ الله
يا سيّد الرُّسْل هَادِيْنـا - هَيـّا بِغَارة إِلَيْنا الآن
يا هِِمَّة السّادات الأقْطاَب- مَعَادِن الصِّدْقِ والسِّرّ
نَادِ المُهَاجِرصَفِيّ الله -ذاك ابْنُ عيسى أبَا السَّادات
ثُمّ المُقَدّم ولِيّ الله - غَوْث الوَرَى قُدْوَة القَادات
ثمّ الوَجِيْـه لِديْنِ الله - سَقّافَنا خَارِق الْعَادَات
والسّيّد الكامِل الأَوّاب - العَيْدرُوس مَظْهَر القُطْر
قُومُوا بِنا واكْشِفُوا عَنّا - يا سَاداتِي هذِه الأَسْوَ
وَاحْمواُ مَدِيْنَتْكُم الغَنَّا - مِنْ جُمْلةِ الشَّرّ والْبَلْوَى
Qasidah ini menceritakan tentang tawassul kepada Rasulullah SAW dan para salaf, di antara mereka: Ahmad bin Isa Al-Muhajir, Al-Faqih Al-Muqaddam, Abdurrahman Al-Saggaf, Abdullah Al-idrus untuk kita mendapat pengampunan dari Allah SWT dan di jauhkan dari segala kejahatan dan musibah
Mutiara kalam
Mutiara kalam Al-Imam Abdullah bin Alwi Alhaddad
Hendaklah kamu selalu mengingat nikmat karunia Allah, yang bersifat lahiriah maupun batiniah, yang berkaitan dengan urusan agama maupun dunia, yang dilimpahkan kepadamu. Perbanyaklah rasa syukurmu itu dalam setiap kesempatan, dengan hatimu maupun melalui ucapanmu.
Ungkapan rasa syukur dengan hati adalah dengan menyadari bahwa setiap nikmat yang diperolehnya adalah dari Allah SWT, dan bahwa kegembiraannya ketika menerima suatu kenikmatan yang disebabkan hal itu merupakan salah satu wasilah untuk pendekatan diri kepada-Nya.
Adapun ungkapan syukur melalui lisan adalah dengan memperbanyak puji-pujian kepada Allah, Yang Maha Pemberi kenikmatan. Sedangkan yang melalui anggota-anggota tubuh lainnya adalah dengan mengarahkan semua kenikmatan itu untuk dijadikan sarana mencari keridhoan Allah SWT, disamping menggunakannya sebagai sarana dalam melaksanakan perintah-perintah-Nya.
Jangan sekali-kali memberikan perhatian yang berlebihan dalam urusan rizki, sebab yang demikian itu dapat menghitamkan wajah kalbu dan mengalihkannya dari kebenaran. Hal itu merupakan urusan kaum awam yang diperbudak oleh khayalan-khayalan yang menyesatkan. Hal itu juga merupakan urusan kaum awam yang seluruh pikirannya hanya tertuju kepada cara-cara membuat baik dan memperindah jasmani semata-mata. Sungguh amat sering hal seperti itu dijadikan alat oleh setan yang terkutuk untuk mengalihkan pandangan sebagian orang yang berniat menghadapkan wajahnya kepada Allah SWT, agar mereka berbalik arah dan mengalihkan mereka dari tujuan semula.
[Wasiat-Wasiat Habib Abdullah Al-Haddad, Al-Allamah Al-Habib Abdullah Al-Haddad, cetakan I, 2000, penerbit Kharisma, Bandung
Rasulullah SAW tidak terlalu tinggi

Kalam As-Sayyid Al-Allamah Muhammad bin Alawi Al-Maliki
Tubuh Rasulullah SAW tidak terlalu tinggi, juga tidak pendek. Warna kulitnya tidak terlalu putih dan tidak terlalu coklat. Juga rambutnya, tidak terlalu keriting dan tidak pula sangat lurus. Ketika wafat, pada kepala beliau hanya ada dua puluh helai uban. Tubuh beliau amat baik, berdada lebar hingga dua belah pundaknya, tampak agak berjauhan. Rambut beliau kadang-kadang dibiarkan panjang hingga menyentuh pundak, kadang dipotong pendek hingga hanya sampai pada bagian bawah telinga. Beliau berjanggut lebat. Dua tapak tangan dan jari-jarinya berkulit tebal.
Kepala dan tulang lehernya besar dan kuat. Bentuk wajahnya agak bulat. Beliau bermata lebar dengan bagian tengah berwarna hitam pekat serta bulu mata yang panjang lentik. Penghujung matanya (saluran air mata) nampak berwarna kemerah-merahan. Di bagian tengah dada, dari atas memanjang ke bawah hingga pusar banyak tumbuh rambut halus bagaikan lembaran memanjang. Beliau berjalan kuat-kuat sampai membongkok sedikit seolah-olah sedang berjalan menurun. Wajah beliau bersinar berseri-seri dan cerah bagaikan bulan purnama.
Suara beliau nyaring terdengar, dua belah pipinya rata pada permukaan wajahnya, dan bagian rahangnya tampak kokoh. Rata pada bagian dada dan perut. Dari bagian bawah bahu hingga lengan kedua tangannya tumbuh rambut halus, demikian juga pada bagian atas dada. Dua pergelangan tangan beliau tampak kuat dan agak panjang. Dua tapak tangannya besar dan lebar, tidak terlalu padat dengan daging. Pada bagian bawah bahu belakang sebelah kiri terdapat khatam an-nubuwwah (stempel kenabian) tampak seperti bulatan telur merpati.
Apabila beliau sedang berjalan agak cepat, tanah yang diinjak seolah-olah bergulung-gulung di depannya. Langkah kakinya sama sekali tidak dipaksa-paksakan. Beliau menutupi kepalamya, dan menanggalkan tutup kepalanya sewaktu-waktu membiarkan rambut terurai dan menyisir janggutnya. Beliau memakai celak yang terbuat dari itsmid setiap malam, dengan mengusapkannya pada tiap kelopak mata tiga kali sebelum tidur.
Pakaian yang beliau sukai adalah gamis berwarna putih dan habrah (jenis pakaian terbuat dari bulu berwarna agak kemerah-merahan). Lengan gamis beliau memanjang hingga pergelangan tangan. Pada saat-saat badan letih, beliau memakai pakaian longgar berwarna merah tua (agak coklat), izar (semacam sarung) dan rida (kain penutup punggung). Adakalanya beliau memakai pakaian rangkap berwarna seperti warnah tanah (afar). Kadang-kadang beliau memakai jubah agak sempit dengan lengan panjang, dan kadang-kadang juga memakai gaba (semacam gamis berlengan melebihi panjang tangan hingga ujungnya dapat di masukkan ke dalam gamis). Ada kalanya juga beliau memakai imamah (sorban) berwarna hitam dan menyampirkan kedua ujungnya di atas bahu beliau. Kadang-kadang beliau suka memakai kisa (semacam kain selimut atau kain panas) terbuat dari bulu. Beliau memakai cincin khauf (semacam sepatu terbuat dari kain tebal) dan terompah (na’l).
[Diambil dari Ringkasan Sejarah Nabi Muhammad S.A.W., Sayyid Muhammad bin ‘Alawi bin ‘Abbas Al-Maliki Al-Hasani, hal. 27]
Hukum Kegiatan Di Masjid
" Apa hukumnya mengadakan kegiatan ( acara ) di masjid/musholla, dan apa saja batasan ( ketentuan ) nya ?
Jawaban :
" Hukumnya tergantung keadaan : "
a.) BOLEH, apabila acara trsebut berhubungan dengan agama & syi'ar islam, seperti pengajian
akad nikah ( secara islami ) tabligh akbar, maulid Nabi SAW, isro dan mi'roj, santunan anak
yatim piatu, musyawarah untuk kemaslahatan agama islam dan lain - lain yang berhubungan
dengan agama islam.
Allaah SWT berfirman : " Demikianlah. Dan barang siapa mengagungkan apa - apa
yang terhormat di sis Allaah maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya. "
( Q.S Al-Hajj ayat 30 )
" Demikianlah. dan barang siapa mengagungkan syi'ar - syi'ar Allaah. maka
sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati. " ( Q.S Annur ayat 35 )
Dengan batasan ( ketentuan ) selama acara tersebut berlangsung, tidak terdapat ( terselubung ) kemungkaran dan hal - hal yang tidak pantas di lakukan di rumah ibadah, seperti campur baur antara laki - laki dan perempuan dan terbuka aurat ( hal seperti ini sering terjadi pada acara akad nikah ), kemudian acara islam yang tercampur dengan politik ( kampanye ), melawak dengan kata - kata yang tidak patut dan seronok, tidak boleh menyanyi walaupun disaat ceramah dan seperti gruop marawis yang membawakan lagu - lagu Arab ( tentang cinta ) yang bukan memuji Allaah atau berShalawat kepada Nabi SAW, seperti lagu " Nawarti Ayyami " dan lagu lain, tidak boleh betepuk tangan ( adat yahudi ), tidak boleh merokok di dalam atau di pelataran masjid/mushalla ( seharusnya para perokok lebih menghormati masjid/mushalla dan tempat mulia lainya, seperti meraka menghormati dan takut pada aturan pom bensin ), tidak boleh melakukan jual beli seperti berjualan bakso, bubur ayam, somay dan lainnya, juga tidak boleh mengadakan acara bazar diwilayah wakaf masjid/mushalla dan tetap tidak dibolehkan walaupun berjual beli alat - alat ibadah seperti minyak wangi, peci, siwak, baju koko, kain, kitab, tasbih dan lainnya.
b.) TIDAK BOLEH, apabila acara tersebut tidak berhubungan dengan agama islam atau terjadi kemungkaran seperti tersebut diatas, dan kesemua itu telah didinggung oleh hadist - hadist Nabi SAW, diantaranya:
Dari sahabat Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda : " Apabila kalian meliaha orang yang berjual beli simasjid maka ucapkanlah " semoga Allaah membuat daganganmu rugi ", dan apa bila kalian melihat orang yang menjadikan masjid/mushalla sebagai tempat mengumumkan atau mencari barang yang hilang maka ucapkanlah " semoga Allaah tidak mengembalikan barangmu ". ( H.R Tarmidzi ).
Dari sahabat Tsauban RA, Nabi SAW bersabda : " Siapa diantara kalian melihat orang bersya'ir ( tidak berhubungan dengan agama islam, termasuk menyanyi ) maka ucapkan pada orang itu " Semoga Allaah menghancurkan mulutmu " 3 kali ". ( H.R Ibnu Sunni ).
Dari sahabat Buraidah RA, Nabi SAW bersabda : " Sesungguhnya masjid- masjid itu dibangun untuk hal - hal yang pantas dikerjakan di dalamnya ". ( H.R Muslim )
Mushalla yang statusnya diwakafkan sama dengan masjid, bisa untuk i'tikaf didalamnya, hanya saja tidak bisa digunakan untuk shalat jum'at. Jadi apabila hendak melakukan sesuatu di masjid/mushalla, fikirkanlah dahulu apakah pantas hal itu dilakukan di masjid/mushalla ?,
Dan apabila Nabi SAW melihat hal itu, apakah Beliau rela ?. ( renungkanlah ).
