Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Berinfaq adalah satu amalan yang sangat besar balasannya dan ganjarannya.
Allah SWT berfirman :
"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui". (QS.AlBaqarah:261)
"Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya".(QS.Ali Imran:92)
"Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)".(QS.Al anfaal:60)
"Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya. (QS.Saba':39)
Rasul SAW bersabda :
1. "Sedekah itu petunjuk (cermin)" maksudnya sedekah itu menunjukkan (mencerminkan) bahwa pelakunya memiliki keimanan yang baik dan percaya dengan hari pembalasan (qiyamat) karena ia pasti melakukannya dengan mengharapkan pahala dan pahala adanya di akhirat. Sebagian ulama berpendapat 'dihari kiamat nanti orang yang bersedekah memiliki tanda yang khusus'.
2. "Musnahkan segala kesumpekkan hidup kalian dengan bersedekah niscaya Allah SWT akan melapangkan kesempitan-kesempitan kalian dan menolong kalian kalian dari musuh-musuh kalian".
3. "Bersedekahlah,karena didalamnya terdapat 6 manfaat yaitu 3 didunia dan 3 di akhirat,adapun 3 didunia diantaranya :
a.menambah (keberkah) rezeki
b.memperbanyak harta.
c.memakmurkan (melapangkan) rumah.
Adapun 3 diakhirat yaitu :
a.menutupi aib (kejelekan waktu didunia)
b.menjadi naungan atas kepala.
c.menjauhi dari api neraka.
4."Sesungguhnya sedekah seorang muslim itu menambah keberkahan umur dan menghindarkan mati konyol (su'ul khatimah)dan Allah SWT menghilangkan dari dirinya sifat sombong,kefaqiran dan keangkuhan".
5."Bersedekah dapat memadamkan (panasnya) dosa".
6."Sesungguhnya setiap terbit matahari ada dua malaikat yang berdoa,salah satunya berdoa 'wahai Allah,gantilah harta orang yang bersedekah' dan yang lainnya berdoa 'wahai Allah,hancurkanlah harta orang yang tidak bersedekah' ".
7."Bersedekah akan membendung 70 pintu bencana (malapetaka)".
8."Lakukanlah sedekah dipagi hari karena musibah tidak akan menimpa pelakunya (dirinya,keluarganya dan hartanya)".
9. "Sesungguhnya sedekah itu akan memadamkan panasnya alam (siksa) kubur untuk pelakunya". Jadi sedekah bermanfaat untuk 3 alam yaitu : 1.alam dunia 2.alam barzah 3.alam akhirat.
10. "Tidaklah berkurang harta yang disedekahkan melainkan bertambah,bertambah dan bertambah". ulama mengatakan bahwa 3 hal yang digemari blis dan tentaranya yaitu :
1.Mukmin yang membunuh mukmin lainnya.
2.Orang yang mati kafir (su'ul khatimah).
3.Orang yang takut susah/fakir (sehingga menghalanginya dari bersedekah).
Janganlah kita sampai kalah dengan orang kafir,mereka giat dan antusias berinfaq untuk kepentingan agama mereka,bahkan mungkin jumlah harta yang mereka sedekahkan jauh lebih besar dari sebagian umat Islam sedekahkan.
Allah SWT berfirman :
"Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan". (QS.Al Anfaal:36)
Wallahu a'lam.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selasa, 09 Maret 2010
Senin, 01 Maret 2010
PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW,MANA DALILNYA...???
Assalamualaykum warahmatullahi wabarakatuh,
Allah SWT berfirman,artinya :
"Maka bertanyalah kepada orang yang berpengetahuan jika kamu tidak mengetahui". (QS.AnNahl:43)
1.Siapakah orang yang pertama kali memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW?
Jawab :
Setelah dilakukan analisa,siapakah yang memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW,ternyata beliau (Nabi Muhammad SAW) sendiri.Terbukti ketika beliau menjawab pertanyaan seorang sahabat tentang puasa sunnah hari Senin,beliau menjawab disunnahkannya puasa dihari Senin 'DI HARI ITU AKU DILAHIRKAN'.
2.Bagaimana dengan peringatan Maulid Nabi SAW yang banyak dilakukan umat Muslim sekarang? padahal hal tersebut tidak dikerjakan Nabi SAW. Bolehkah kita melakukan kreasi keagamaan yang tidak dikerjakan oleh Nabi SAW? Apakah agama Islam memberi kesempatan pada umatnya untuk berkreasi dalam agama? Mana dalilnya? Dan siapa pelaku pertamanya?
Jawab :
Setelah para ulama melakukan analisa,akhirnya mereka (para ulama) berkesimpulan bahwa berkreasi/mencetuskan sebuah karya (kreatifitas) dalam agama diBOLEHkan selama bermanfaat bagi umat Islam.Bahkan Nabi Muhammad SAW membuka peluang lebar-lebar bagi umatnya untuk produktif dalam berkreasi,dan umat Islampun berlomba-lomba melakukannya dalam rangka meramaikan syiar Islam dan menyebar karya-karya bermanfaat untuk umat muslim baik dari kalangan sahabat,tabi'in,ulama terdahulu dan ulama sekarang.Peringatan Maulid Nabi SAW adalah kreatifitas yang baik untuk kemaslahatan umat dan merupakan bid'ah yang baik (hasanah) dan diperbolehkan,adapun dalilnya ada 2 hadist shahih :
a. Hadist yang terdapat pada kitab shahih Muslim bab zakat, Rasulullah SAW bersabda "Barangsiapa menciptakan kreatifitas yang baik dalam Islam,maka ia mendapat pahalanya dan pahala orang yang mengikutinya (hasil kreatifnya) tanpa dikurangi pahalanya sedikitpun". Hadist ini umum untuk seluruh umat Nabi SAW.
b. Mafhum mukhalafah (istilah ilmu ushul fiqih) pemahaman dari hadist: "Barangsiapa yang mencetuskan suatu urusan (kreatifitas) agama yang tidak ada landasan dari agama maka ia tertolak",berarti dapat dipahami dari hadist ini bahwa "siapa yang mencetuskan suatu urusan yang ada dasarnya maka ia dapat diterima". Adapun yang pertama yang mengamalkan hadist ini adalah para sahabat yaitu sadatina Abu Bakar,Umar dan Zed bin Tsabit Radhiallahuanhum. Mereka telah membukukan al-Qur'an hingga menjadi Mushaf,yang awalnya mereka sempat berfikir bahwa hal ini tidak dikerjakan Rasulullah SAW namun pada akhirnya mereka menyatakan "Wallahi hadza khair" Demi Allah ini perbuatan (Cetusan/kreasi) yang baik dan Allah SWT pun melapangkan hati mereka.Lalu sayyidina Abu Bakar memerintahkan Zed bin Tsabit mengumpulkan ayat-ayat al-Qur'an yang tertulis pada di pelepah kurma,tulang belulang dan para penghafal al-Qur'an (Shahih Bukhari,juz 3 hadist ke 4679).Bahkan zaman sekarang al-Qur'an bukan hanya dibukukan tapi dikemas dalam bentuk CD/Mp3 dan lainnya sehingga kita dapat merasakan kemudahannya. Bukankah ini bid'ah hasanah (baik)?
3.Lalu apa contoh bid'ah sayyiah (buruk/sesat)?
Jawab :
Banyak,diantaranya :
a.Menambah/mengurangi rakaat dalam sholat fardhu dengan sengaja.
b.Mengakui Nabi setelah Nabi Muhammad SAW.
c.Meyakini rukun Islam yang 5 tidak wajib,naik keseluruhan atau satu dari rukun tersebut.
d.Memungkiri rukun Iman yang 6,baik keseluruhan ataupun satu dari rukun tersebut.
e.Meyakini bahwa al-Qur'an yang sekarang sudah tidak relevan lagi dengan zaman.
f.Pengantin laki-laki dan wanita berdampingan saat aqad nikah (Jika diyakini itu keharusan secara agama dalam perkawinan).
g.Mengucapkan "selamat natal" dan atau hari raya agama lain.
dan masih banyak lagi.
4. Apa isi Maulid yang banyak berkembang saat ini? Dan apa masing-masing dalil yang memperbolehkannya?
Jawab :
a.Berkumpul bersama umat Muslim dan para Ulama serta tokoh agama (orang-orang yang baik) dalam suatu perkumpulan Maulid. Sudah kita ketahui bahwa sholat berjamaah lebih baik daripada sholat sendiri,makan bersama lebih baik (lebih afdhol) daripada makan sendiri. Tidak ada satupun larangan dalam agama untuk berjamaah dalam beribadah karena terdapat banyak hikmah, silaturahim kepada sesama muslim,para ulama dan tokoh agama (orang-orang baik) dan lain-lain. Kebersamaan (berjamaah) yang dilaramg agama hanya pada Maksiat berjamaah,seperti acara musik Dangdutan,musik underground yang belakangan ini menelan belasan korban yang mati secara tragis dan atau terjadi campur baur (pria-wanita) walaupun acara tersebut baik.
b.Bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW,hal tersebut adalah perintah Allah SWT, "Sesungguhnya Allah dan para Malaikat bershalawat kepada Nabi (Muhammad SAW),wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kalian kepadanya dan ucapkanlah salam penghormatan padanya". (QS.Al-Ahzab:56).
c.Di dalam acara peringatan Maulid Nabi SAW dibacakan kisah (riwayat) singkat sejarah hidup Nabi SAW,dalilnya : "Dan kami ceritakan kepadamu kisah-kisah para rasul agar memantapkan hatimu" (QS.Hud:102). Jika hati Nabi SAW yang jauh lebih baik dari hati kita masih butuh dimantapkan dengan kisah-kisah para RasulNya,apalagi hati kita yang sering goyah.Jadi membacakan sejarah kepada orang lain itu sangat baik.
d.Berdiri saat Maulid adalah ungkapan bentuk ta'dzim (penghormatan) pada manusia yang paling kita hormati. Di dalam kitab Shaih Bukhari juz 3 hadist ke 4121. Nabi SAW memerintahkan kepada orang-orang Anshor ketika pemimpin mereka datang untuk berdiri (pemimpin anshor Sa'ad bin Mu'adz) "BANGUNLAH UNTUK PAMIMPIN KALIAN" hal ini sering kita lihat juga di gedung MPR/DPR,semua baik ketua dan anggotanya berdiri saat dikumandangkannya lagu lagu kebangsaan 'Indonesia Raya' sebagai penghormatan dan tak satu ulama mana pun memungkiri/melarang perbuatan tersebut.
5. Kapan peringatan Maulid pertamakali di buat (di adakan)?
Jawab.
Didalam buku sejarah Nabi SAW yang berjudul 'Muhammad Rasulullah' diterangkan bahwa hal itu pertamakali terjadi pada tahum 300 H oleh seorang Raja yang menurut Imam Nawawi ia adalah pemimpin yang adil dan wara' bernama Raja Muzhafar dan panglimanya bernama Sholahuddin al Ayyubi.Oleh karena pada zaman tersebut umat Islam menurun kwualitas keimanannya disebabkan mereka buta akan pengenalan kepada Nabi Muhammad SAW bahkan mungkin ada yang pernah mendengar sama sekali sejarah Nabi nya,adapula seorang muslim dirumahnya tidak sama sekali terdapat buku sejarah Nabi SAW,bahkan lebih mengidolakan orang lain terlebih lagi mengidolakan orang-orang kuffar.Jadi peringatan Maulid ini sudah ada kurang lebih 1100 tahun yang lalu,entah sudah berapa juta umat Nabi Muhammad SAW yang memperingatinya.
6. Adakah peringatan Maulid yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam?
Jawab.
ADA,dan kita harus merubahnya. Contoh :
1.Dua orang pembawa acara (MC) berkolaborasi antara MC yang laki-laki dan MC perempuan padahal mereka dan yang hadir bukan muhrimnya.
2.Qori pembaca AlQur'an yang laki-laki dengan pembaca terjemah (saritilawah) yang wanita duduk berdampingan atau tidak berdampingan pada perkumpulan yang terdapat orang-orang yang bukan muhrimnya.
3.Sambutan panitia seorang wanita atau penceramah wanita (Ustadzah) yang berceramah dihadapan laki-laki yang bukan muhrimnya.
4.Menyayikan lagu gambus yang tidak Islami di dalam Masjid seperti 'Nawarti Ayyami'.
5.Bertepuk tangan 'ADAT YAHUDI' dan Penceramah yang bernyanyi-nyanyi didalam Masjid atau Mushollah dan berkata-kata kotor(porno).
Adapun bershalawat (pujian) kepada Nabi Muhammad SAW didalam Masjid hal itu adalah baik.Apabila yang hadir ada laki-laki dan perempuan boleh saja asalkan dengan catatan tempatnya dipisah dengan tirai atau kain.Namun jika memungkinkan lebih baik dibuat dua waktu berlainan.
7. Apa manfaat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW?
Jawab.
Sangat banyak,diantaranya : Silaturahim.menuntu ilmu,mensyiarkan agama,bersedekah makanan (bagi pelaksana),meneladani Rasul SAW,menghidupkan ilmu agama,menegur (memberi peringatan) kesalahan yang terdapat pada kaim Muslimin dan masih banyak lagi yang lainnya.
Sepenggal kisah : terdapat rumah sakit yang ada di daerah Bekasi yang belum pernah mengadakan peringatan Maulid Nabi SAW.Pada tahun 2007,beberapa karyawan dirumah sakit tersebut baru pertama kalinya mengadakan peringatan Maulid.Pada saat itu hadir Komisaris (pemilik RS) dan berbicara pada sambutannya 'Hati saya senang hari ini karena melihat karyawati saya memakai Jilbab maka mulai hari ini saya terapkan jilbab sebagai seragam wajib bagi karyawati di rumah sakit ini'. Hingga hari ini -Alhamdulillah- peraturan tersebut masih berjalan,berkat Peringatan Maulid Nabi SAW sosok pembawa syariah Islam.
Jika ada orang berkata di acara peringatan Maulid banyak di hadiri para pendosa? orang-orang yang meninggalkan sholat dan banyak berbuat maksiat katakan pada orang tersebut apakah ia sudah bisa mempvonis dirinya baik? apakah yang menghadiri sholat Jum'at dan sholat ied semua orang baik? dan apakah orang yang thawaf di Ka'bah semua orang baik?
Peringatan Maulid berdampak baik bagi kaum Muslimin dan para pelaku maksiat,telah banyak ahli maksiat yang bertaubat berkat Maulid,bahkan kami menemukan banyak orang yang Allah SWT beri hidayah memeluk agama Islam sebab perantara peringatan Maulid karena di dalamnya ada kisah seorang tauladan yang berakhlaq luhur yang syariatnya memenuhi alam dunia yaitu Nabi Muhammad SAW. Adapun salah satu bukti kebenaran Maulid,kami banyak mendapati bahwa orang-orang yang sering hadir di peringatan Maulid wafat dalam keadaan Husnul Khatimah dan ada juga yang bermimpi Rasulullah SAW atau mendapat salam lewat mimpi.RENUNGILAH!!!
Maka dari itu wahai kaum Muslimin,Sebagaimana Allah SWT berfirman :
"Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui". (AN-Nahl :43)
Sumber :
AlQur'an - Shahih Bukhari - Shahih Muslim - Kitab Sejarah "Muhammad Rasulullah".
Ditulis & diEdarkan oleh Majelis ta'lim alAsrar
Pimpinan : Habib Muhammad bin Alwy alHaddad.
Sekretariat : Jl.Kartini No.52 Bekasi-Timur.
Telphone : 0857 8120 3794 email : darulasrar@gmail.com
Website : www.darul-asrar.blogspot.com
No Rek : 0057 111 413 a/n Muhammad (Bank Syariah Mandiri).
"BOLEH DICOPY DAN DISEBAR LUASKAN UNTUK KEPENTINGAN UMAT ISLAM"
HADIRI DAN SYIARKANLAH...
ACARA MAULID AKBAR DAN TASYAKURAN HUT KOTA BEKASI
MAJELIS TA'LIM ITHADUL MUA'ALIMIN
HARI SABTU,TANGGAL 13 MARET 2010
DI MASJID AGUNG AL BARKAH,JANTUNG KOTA BEKASI
JAM 19:30 WIB (BA'DA ISYA)
HADIRI DAN SYIARKANLAH...
ACARA PERINGATAN MAULID
MAJELIS TA'LIM AL ASRAR
HARI,SABTU 17 APRIL 2010
DI KEDIAMAN HABIB MUHAMMAD BIN ALWY AL HADDAD
PONDOK TIMUR INDAH,Gg.JAYA 2 NO.171 RT O1/10 KEL.JATI MULYA, KAB.BEKASI
JAM : 18:00 WIB (BA'DA MAGHRIB)
Allah SWT berfirman,artinya :
"Maka bertanyalah kepada orang yang berpengetahuan jika kamu tidak mengetahui". (QS.AnNahl:43)
1.Siapakah orang yang pertama kali memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW?
Jawab :
Setelah dilakukan analisa,siapakah yang memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW,ternyata beliau (Nabi Muhammad SAW) sendiri.Terbukti ketika beliau menjawab pertanyaan seorang sahabat tentang puasa sunnah hari Senin,beliau menjawab disunnahkannya puasa dihari Senin 'DI HARI ITU AKU DILAHIRKAN'.
2.Bagaimana dengan peringatan Maulid Nabi SAW yang banyak dilakukan umat Muslim sekarang? padahal hal tersebut tidak dikerjakan Nabi SAW. Bolehkah kita melakukan kreasi keagamaan yang tidak dikerjakan oleh Nabi SAW? Apakah agama Islam memberi kesempatan pada umatnya untuk berkreasi dalam agama? Mana dalilnya? Dan siapa pelaku pertamanya?
Jawab :
Setelah para ulama melakukan analisa,akhirnya mereka (para ulama) berkesimpulan bahwa berkreasi/mencetuskan sebuah karya (kreatifitas) dalam agama diBOLEHkan selama bermanfaat bagi umat Islam.Bahkan Nabi Muhammad SAW membuka peluang lebar-lebar bagi umatnya untuk produktif dalam berkreasi,dan umat Islampun berlomba-lomba melakukannya dalam rangka meramaikan syiar Islam dan menyebar karya-karya bermanfaat untuk umat muslim baik dari kalangan sahabat,tabi'in,ulama terdahulu dan ulama sekarang.Peringatan Maulid Nabi SAW adalah kreatifitas yang baik untuk kemaslahatan umat dan merupakan bid'ah yang baik (hasanah) dan diperbolehkan,adapun dalilnya ada 2 hadist shahih :
a. Hadist yang terdapat pada kitab shahih Muslim bab zakat, Rasulullah SAW bersabda "Barangsiapa menciptakan kreatifitas yang baik dalam Islam,maka ia mendapat pahalanya dan pahala orang yang mengikutinya (hasil kreatifnya) tanpa dikurangi pahalanya sedikitpun". Hadist ini umum untuk seluruh umat Nabi SAW.
b. Mafhum mukhalafah (istilah ilmu ushul fiqih) pemahaman dari hadist: "Barangsiapa yang mencetuskan suatu urusan (kreatifitas) agama yang tidak ada landasan dari agama maka ia tertolak",berarti dapat dipahami dari hadist ini bahwa "siapa yang mencetuskan suatu urusan yang ada dasarnya maka ia dapat diterima". Adapun yang pertama yang mengamalkan hadist ini adalah para sahabat yaitu sadatina Abu Bakar,Umar dan Zed bin Tsabit Radhiallahuanhum. Mereka telah membukukan al-Qur'an hingga menjadi Mushaf,yang awalnya mereka sempat berfikir bahwa hal ini tidak dikerjakan Rasulullah SAW namun pada akhirnya mereka menyatakan "Wallahi hadza khair" Demi Allah ini perbuatan (Cetusan/kreasi) yang baik dan Allah SWT pun melapangkan hati mereka.Lalu sayyidina Abu Bakar memerintahkan Zed bin Tsabit mengumpulkan ayat-ayat al-Qur'an yang tertulis pada di pelepah kurma,tulang belulang dan para penghafal al-Qur'an (Shahih Bukhari,juz 3 hadist ke 4679).Bahkan zaman sekarang al-Qur'an bukan hanya dibukukan tapi dikemas dalam bentuk CD/Mp3 dan lainnya sehingga kita dapat merasakan kemudahannya. Bukankah ini bid'ah hasanah (baik)?
3.Lalu apa contoh bid'ah sayyiah (buruk/sesat)?
Jawab :
Banyak,diantaranya :
a.Menambah/mengurangi rakaat dalam sholat fardhu dengan sengaja.
b.Mengakui Nabi setelah Nabi Muhammad SAW.
c.Meyakini rukun Islam yang 5 tidak wajib,naik keseluruhan atau satu dari rukun tersebut.
d.Memungkiri rukun Iman yang 6,baik keseluruhan ataupun satu dari rukun tersebut.
e.Meyakini bahwa al-Qur'an yang sekarang sudah tidak relevan lagi dengan zaman.
f.Pengantin laki-laki dan wanita berdampingan saat aqad nikah (Jika diyakini itu keharusan secara agama dalam perkawinan).
g.Mengucapkan "selamat natal" dan atau hari raya agama lain.
dan masih banyak lagi.
4. Apa isi Maulid yang banyak berkembang saat ini? Dan apa masing-masing dalil yang memperbolehkannya?
Jawab :
a.Berkumpul bersama umat Muslim dan para Ulama serta tokoh agama (orang-orang yang baik) dalam suatu perkumpulan Maulid. Sudah kita ketahui bahwa sholat berjamaah lebih baik daripada sholat sendiri,makan bersama lebih baik (lebih afdhol) daripada makan sendiri. Tidak ada satupun larangan dalam agama untuk berjamaah dalam beribadah karena terdapat banyak hikmah, silaturahim kepada sesama muslim,para ulama dan tokoh agama (orang-orang baik) dan lain-lain. Kebersamaan (berjamaah) yang dilaramg agama hanya pada Maksiat berjamaah,seperti acara musik Dangdutan,musik underground yang belakangan ini menelan belasan korban yang mati secara tragis dan atau terjadi campur baur (pria-wanita) walaupun acara tersebut baik.
b.Bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW,hal tersebut adalah perintah Allah SWT, "Sesungguhnya Allah dan para Malaikat bershalawat kepada Nabi (Muhammad SAW),wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kalian kepadanya dan ucapkanlah salam penghormatan padanya". (QS.Al-Ahzab:56).
c.Di dalam acara peringatan Maulid Nabi SAW dibacakan kisah (riwayat) singkat sejarah hidup Nabi SAW,dalilnya : "Dan kami ceritakan kepadamu kisah-kisah para rasul agar memantapkan hatimu" (QS.Hud:102). Jika hati Nabi SAW yang jauh lebih baik dari hati kita masih butuh dimantapkan dengan kisah-kisah para RasulNya,apalagi hati kita yang sering goyah.Jadi membacakan sejarah kepada orang lain itu sangat baik.
d.Berdiri saat Maulid adalah ungkapan bentuk ta'dzim (penghormatan) pada manusia yang paling kita hormati. Di dalam kitab Shaih Bukhari juz 3 hadist ke 4121. Nabi SAW memerintahkan kepada orang-orang Anshor ketika pemimpin mereka datang untuk berdiri (pemimpin anshor Sa'ad bin Mu'adz) "BANGUNLAH UNTUK PAMIMPIN KALIAN" hal ini sering kita lihat juga di gedung MPR/DPR,semua baik ketua dan anggotanya berdiri saat dikumandangkannya lagu lagu kebangsaan 'Indonesia Raya' sebagai penghormatan dan tak satu ulama mana pun memungkiri/melarang perbuatan tersebut.
5. Kapan peringatan Maulid pertamakali di buat (di adakan)?
Jawab.
Didalam buku sejarah Nabi SAW yang berjudul 'Muhammad Rasulullah' diterangkan bahwa hal itu pertamakali terjadi pada tahum 300 H oleh seorang Raja yang menurut Imam Nawawi ia adalah pemimpin yang adil dan wara' bernama Raja Muzhafar dan panglimanya bernama Sholahuddin al Ayyubi.Oleh karena pada zaman tersebut umat Islam menurun kwualitas keimanannya disebabkan mereka buta akan pengenalan kepada Nabi Muhammad SAW bahkan mungkin ada yang pernah mendengar sama sekali sejarah Nabi nya,adapula seorang muslim dirumahnya tidak sama sekali terdapat buku sejarah Nabi SAW,bahkan lebih mengidolakan orang lain terlebih lagi mengidolakan orang-orang kuffar.Jadi peringatan Maulid ini sudah ada kurang lebih 1100 tahun yang lalu,entah sudah berapa juta umat Nabi Muhammad SAW yang memperingatinya.
6. Adakah peringatan Maulid yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam?
Jawab.
ADA,dan kita harus merubahnya. Contoh :
1.Dua orang pembawa acara (MC) berkolaborasi antara MC yang laki-laki dan MC perempuan padahal mereka dan yang hadir bukan muhrimnya.
2.Qori pembaca AlQur'an yang laki-laki dengan pembaca terjemah (saritilawah) yang wanita duduk berdampingan atau tidak berdampingan pada perkumpulan yang terdapat orang-orang yang bukan muhrimnya.
3.Sambutan panitia seorang wanita atau penceramah wanita (Ustadzah) yang berceramah dihadapan laki-laki yang bukan muhrimnya.
4.Menyayikan lagu gambus yang tidak Islami di dalam Masjid seperti 'Nawarti Ayyami'.
5.Bertepuk tangan 'ADAT YAHUDI' dan Penceramah yang bernyanyi-nyanyi didalam Masjid atau Mushollah dan berkata-kata kotor(porno).
Adapun bershalawat (pujian) kepada Nabi Muhammad SAW didalam Masjid hal itu adalah baik.Apabila yang hadir ada laki-laki dan perempuan boleh saja asalkan dengan catatan tempatnya dipisah dengan tirai atau kain.Namun jika memungkinkan lebih baik dibuat dua waktu berlainan.
7. Apa manfaat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW?
Jawab.
Sangat banyak,diantaranya : Silaturahim.menuntu ilmu,mensyiarkan agama,bersedekah makanan (bagi pelaksana),meneladani Rasul SAW,menghidupkan ilmu agama,menegur (memberi peringatan) kesalahan yang terdapat pada kaim Muslimin dan masih banyak lagi yang lainnya.
Sepenggal kisah : terdapat rumah sakit yang ada di daerah Bekasi yang belum pernah mengadakan peringatan Maulid Nabi SAW.Pada tahun 2007,beberapa karyawan dirumah sakit tersebut baru pertama kalinya mengadakan peringatan Maulid.Pada saat itu hadir Komisaris (pemilik RS) dan berbicara pada sambutannya 'Hati saya senang hari ini karena melihat karyawati saya memakai Jilbab maka mulai hari ini saya terapkan jilbab sebagai seragam wajib bagi karyawati di rumah sakit ini'. Hingga hari ini -Alhamdulillah- peraturan tersebut masih berjalan,berkat Peringatan Maulid Nabi SAW sosok pembawa syariah Islam.
Jika ada orang berkata di acara peringatan Maulid banyak di hadiri para pendosa? orang-orang yang meninggalkan sholat dan banyak berbuat maksiat katakan pada orang tersebut apakah ia sudah bisa mempvonis dirinya baik? apakah yang menghadiri sholat Jum'at dan sholat ied semua orang baik? dan apakah orang yang thawaf di Ka'bah semua orang baik?
Peringatan Maulid berdampak baik bagi kaum Muslimin dan para pelaku maksiat,telah banyak ahli maksiat yang bertaubat berkat Maulid,bahkan kami menemukan banyak orang yang Allah SWT beri hidayah memeluk agama Islam sebab perantara peringatan Maulid karena di dalamnya ada kisah seorang tauladan yang berakhlaq luhur yang syariatnya memenuhi alam dunia yaitu Nabi Muhammad SAW. Adapun salah satu bukti kebenaran Maulid,kami banyak mendapati bahwa orang-orang yang sering hadir di peringatan Maulid wafat dalam keadaan Husnul Khatimah dan ada juga yang bermimpi Rasulullah SAW atau mendapat salam lewat mimpi.RENUNGILAH!!!
Maka dari itu wahai kaum Muslimin,Sebagaimana Allah SWT berfirman :
"Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui". (AN-Nahl :43)
Sumber :
AlQur'an - Shahih Bukhari - Shahih Muslim - Kitab Sejarah "Muhammad Rasulullah".
Ditulis & diEdarkan oleh Majelis ta'lim alAsrar
Pimpinan : Habib Muhammad bin Alwy alHaddad.
Sekretariat : Jl.Kartini No.52 Bekasi-Timur.
Telphone : 0857 8120 3794 email : darulasrar@gmail.com
Website : www.darul-asrar.blogspot.com
No Rek : 0057 111 413 a/n Muhammad (Bank Syariah Mandiri).
"BOLEH DICOPY DAN DISEBAR LUASKAN UNTUK KEPENTINGAN UMAT ISLAM"
HADIRI DAN SYIARKANLAH...
ACARA MAULID AKBAR DAN TASYAKURAN HUT KOTA BEKASI
MAJELIS TA'LIM ITHADUL MUA'ALIMIN
HARI SABTU,TANGGAL 13 MARET 2010
DI MASJID AGUNG AL BARKAH,JANTUNG KOTA BEKASI
JAM 19:30 WIB (BA'DA ISYA)
HADIRI DAN SYIARKANLAH...
ACARA PERINGATAN MAULID
MAJELIS TA'LIM AL ASRAR
HARI,SABTU 17 APRIL 2010
DI KEDIAMAN HABIB MUHAMMAD BIN ALWY AL HADDAD
PONDOK TIMUR INDAH,Gg.JAYA 2 NO.171 RT O1/10 KEL.JATI MULYA, KAB.BEKASI
JAM : 18:00 WIB (BA'DA MAGHRIB)
Senin, 15 Februari 2010
Guru,Murid dan Dakwah Imam Abdullah Bin Alwy Al Haddad RA.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Guru-guru Imam Abdullah Bin Alwy Al Haddad RA.
Beliau banyak menimba ilmu Agama dari para ulama dan para aulia.Adapun jumlah guru beliau bila dihitung secara keseluruhan mencapai lebih dari 140 orang arif dan ulama besar,begitu menurut penuturan beliau sendiri.
Yang terutama dari guru-guru beliau adalah :
- Sayyidina al Habib Imar bin Abdurrahman Al Athos (Shohibul Ratib).
- Al Habib al Allamah Agil bin Abdurrahman Asseggaf.
- Al Habib al Allamah Abdurrahman bin Syeikh Aidid.
- Al Habib al Allamah Sahl bin Ahmad Ba Hasan al Hudaily Ba Alawy.
Beliau juga sangat giat dalam mengajarkan ilmu dan mendidik murid-muridnya. Banyak penuntut ilmu datang untuk belajar kepadanya.
Keaktifannya dalam mendidik dan berdakwah membuatnya digelari Quthbud Da’wah wal Irsyâd. Beliau berkata,
“Ajaklah orang awam kepada syariat dengan bahasa syariat, ajaklah ahli syariat kepada tarekat (thorîqoh) dengan bahasa tarekat, ajaklah ahli tarekat kepada hakikat (haqîqoh) dengan bahasa hakikat, ajaklah ahli hakikat kepada Al-Haq dengan bahasa Al-Haq, dan ajaklah ahlul haq kepada Al-Haq dengan bahasa Al-Haq.”
Murid-murid beliau, antaranya:
- al-Habib Hasan bin ‘Abdullah al-Haddad (anak beliau);
- al-Habib Ahmad bin Zein al-Habsyi;
- al-Habib ‘Abdurrahman bin ‘Abdullah Balfaqih;
- al-Habib Muhammad bin Zein bin Smith;
- al-Habib ‘Umar bin Zein bin Smith;
- al-Habib ‘Umar bin ‘Abdurrahman al-Bar;
- al-Habib ‘Ali bin ‘Abdullah bin Abdurrahman al-Saqqaf;
- al-Habib Muhammad bin ‘Umar bin Thoha ash-Shafi al-Saqqaf;
- Syaikh Ahmad bin Abdul Karim al-Hasawi asy-Syajjar
Al-Faqih BaJubair – beliau adalah merupakan guru kepada Imam al-Haddad dalam ilmu fiqih namun setelahnya ulama ini bellajar kitab Ihya kepada Imam al-Haddad. Imam al-Haddad berkata: Setelah kembali ke Hadramaut (dari India) dia belajar Ihya kepadaku. Aneh sekali! Dahulu aku belajar fiqih kepadanya, namun sekarang dia belajar ihya kepadaku.
Meski buta dan sangat sibuk berdakwah, beliau masih sempat menulis buku-buku berikut:
01. An-Nashôihud Dîniyyah
02. Ad-Da’watut Tâmmah
03. Risâlatul Mu’âwanah
04. Al-Fushûlul ‘Ilmiyyah
05. Sabîlul Iddikâr
06. Risâlatul Mudzâkarah
07. Risâlatul Murîd
08. Kitâbul Hikam
09. An-Nafâisul Uluwiyyah
10. Ithâfus Sâil
Hingga saat ini kumpulan do'a dan dzikirnya yang dikenal dengan nama Rotib Haddad dan Wirid Lathif dijadikan amalan rutin mayoritas muslim di Indonesia, Asia, Australi, Afrika bahkan di Amerika.
Demikianlah Habib Abdullah Al-Haddad menghabiskan umurnya. Beliau menuntut ilmu dan mengajarkan; berdakwah dan mencontohkan. Imam Abdullah Al Haddad wafat pada hari senin, 7 Dzulqa'dah 1132 H.dalam usia 89 tahun kurang 3 bulan. Beliau dimakamkan di Zambal, Tarim tempat pemakaman keluarga dan leluhurnya. Imam Abdullah Al Haddad meninggalkan 10 anak, di antaranya 6 laki dan 4 perempuan, mereka semua menjadi orang-orang yang soleh dan bermanfaat bagi masyarakat, terutama Imam Muhammad bin Abdullah bin Alwi Al Haddad.Sayyid Ahmad bin Zein Al Habsyi mengatakan bahwa yang menshalatkan jenazah Imam Abdullah Al Haddad + 20.000 orang di dalam masjid dan belum terhitung yang menshalatkan di makamnya.
الفاتحة إلى حضرة النبي محمد صلى الله عليه وآله وسلم وإلى روح قطب الإرشاد وغوث العباد والبلاد الحبيب عبد الله بن علوي بن محمد الحداد وأصوله وفروعهم أن الله يعلي درجاتهم في الجنة ويكثر من مثوباتهم ويضاعف حسناتهم ويحفظنا بجاههم وينفعنابهم ويعيد علينا من بركاتهم وأسرارهم وأنوارهم وعلومهم ونفحاتهم في الدين والدنيا والآخرة – الفاتحة
Sepotong nasihat beliau dari syairnya:
Bila Allah mengujimu, bersabarlah
karena itu hak-Nya atas dirimu.
Dan bila Ia memberimu nikmat, bersyukurlah.
Siapa pun mengenal dunia, pasti akan yakin
bahwa dunia tak syak lagi
adalah tempat kesengsaraan dan kesulitan.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Guru-guru Imam Abdullah Bin Alwy Al Haddad RA.
Beliau banyak menimba ilmu Agama dari para ulama dan para aulia.Adapun jumlah guru beliau bila dihitung secara keseluruhan mencapai lebih dari 140 orang arif dan ulama besar,begitu menurut penuturan beliau sendiri.
Yang terutama dari guru-guru beliau adalah :
- Sayyidina al Habib Imar bin Abdurrahman Al Athos (Shohibul Ratib).
- Al Habib al Allamah Agil bin Abdurrahman Asseggaf.
- Al Habib al Allamah Abdurrahman bin Syeikh Aidid.
- Al Habib al Allamah Sahl bin Ahmad Ba Hasan al Hudaily Ba Alawy.
Beliau juga sangat giat dalam mengajarkan ilmu dan mendidik murid-muridnya. Banyak penuntut ilmu datang untuk belajar kepadanya.
Keaktifannya dalam mendidik dan berdakwah membuatnya digelari Quthbud Da’wah wal Irsyâd. Beliau berkata,
“Ajaklah orang awam kepada syariat dengan bahasa syariat, ajaklah ahli syariat kepada tarekat (thorîqoh) dengan bahasa tarekat, ajaklah ahli tarekat kepada hakikat (haqîqoh) dengan bahasa hakikat, ajaklah ahli hakikat kepada Al-Haq dengan bahasa Al-Haq, dan ajaklah ahlul haq kepada Al-Haq dengan bahasa Al-Haq.”
Murid-murid beliau, antaranya:
- al-Habib Hasan bin ‘Abdullah al-Haddad (anak beliau);
- al-Habib Ahmad bin Zein al-Habsyi;
- al-Habib ‘Abdurrahman bin ‘Abdullah Balfaqih;
- al-Habib Muhammad bin Zein bin Smith;
- al-Habib ‘Umar bin Zein bin Smith;
- al-Habib ‘Umar bin ‘Abdurrahman al-Bar;
- al-Habib ‘Ali bin ‘Abdullah bin Abdurrahman al-Saqqaf;
- al-Habib Muhammad bin ‘Umar bin Thoha ash-Shafi al-Saqqaf;
- Syaikh Ahmad bin Abdul Karim al-Hasawi asy-Syajjar
Al-Faqih BaJubair – beliau adalah merupakan guru kepada Imam al-Haddad dalam ilmu fiqih namun setelahnya ulama ini bellajar kitab Ihya kepada Imam al-Haddad. Imam al-Haddad berkata: Setelah kembali ke Hadramaut (dari India) dia belajar Ihya kepadaku. Aneh sekali! Dahulu aku belajar fiqih kepadanya, namun sekarang dia belajar ihya kepadaku.
Meski buta dan sangat sibuk berdakwah, beliau masih sempat menulis buku-buku berikut:
01. An-Nashôihud Dîniyyah
02. Ad-Da’watut Tâmmah
03. Risâlatul Mu’âwanah
04. Al-Fushûlul ‘Ilmiyyah
05. Sabîlul Iddikâr
06. Risâlatul Mudzâkarah
07. Risâlatul Murîd
08. Kitâbul Hikam
09. An-Nafâisul Uluwiyyah
10. Ithâfus Sâil
Hingga saat ini kumpulan do'a dan dzikirnya yang dikenal dengan nama Rotib Haddad dan Wirid Lathif dijadikan amalan rutin mayoritas muslim di Indonesia, Asia, Australi, Afrika bahkan di Amerika.
Demikianlah Habib Abdullah Al-Haddad menghabiskan umurnya. Beliau menuntut ilmu dan mengajarkan; berdakwah dan mencontohkan. Imam Abdullah Al Haddad wafat pada hari senin, 7 Dzulqa'dah 1132 H.dalam usia 89 tahun kurang 3 bulan. Beliau dimakamkan di Zambal, Tarim tempat pemakaman keluarga dan leluhurnya. Imam Abdullah Al Haddad meninggalkan 10 anak, di antaranya 6 laki dan 4 perempuan, mereka semua menjadi orang-orang yang soleh dan bermanfaat bagi masyarakat, terutama Imam Muhammad bin Abdullah bin Alwi Al Haddad.Sayyid Ahmad bin Zein Al Habsyi mengatakan bahwa yang menshalatkan jenazah Imam Abdullah Al Haddad + 20.000 orang di dalam masjid dan belum terhitung yang menshalatkan di makamnya.
الفاتحة إلى حضرة النبي محمد صلى الله عليه وآله وسلم وإلى روح قطب الإرشاد وغوث العباد والبلاد الحبيب عبد الله بن علوي بن محمد الحداد وأصوله وفروعهم أن الله يعلي درجاتهم في الجنة ويكثر من مثوباتهم ويضاعف حسناتهم ويحفظنا بجاههم وينفعنابهم ويعيد علينا من بركاتهم وأسرارهم وأنوارهم وعلومهم ونفحاتهم في الدين والدنيا والآخرة – الفاتحة
Sepotong nasihat beliau dari syairnya:
Bila Allah mengujimu, bersabarlah
karena itu hak-Nya atas dirimu.
Dan bila Ia memberimu nikmat, bersyukurlah.
Siapa pun mengenal dunia, pasti akan yakin
bahwa dunia tak syak lagi
adalah tempat kesengsaraan dan kesulitan.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Riwayat Singkat Al Imam Abdullah Bin Alwy Al Haddad RA.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Al Imam Abdullah Bin Alwy Al Haddad.
Beliau adalah Abdullah bin Alawi bin Muhammad bin Ahmad bin Abdullah bin bin Muhammad bin Alawi bin Ahmad (yang dijuluki Alhaddad kakek ke-6) bin Abu Bakar bin Ahmad bin Muhammad bin Abdullah bin Ahmad bin Abdurrahman bin Alawi bin Muhammad (shohibu marbath) bin Ali kholi'ul qasam bin Imam Alawi bin Muhammad bin Alawi bin Abdullah bin Imam Almuhajir Ahamd bin Isa bin Muhammad bin Imam Ali Aluraidha bin Imam Ja'far Asshodiq bin Muhammad Al Bagir bin Imam Ali Zainal Abidin bin Imam Husain bin Fathimah Azzahra binti Rasulullah SAW.
Ibunya bernama Sayyidah Salma binti Idrus bin Ahmad Alhabsyi. Kakeknya Syekh Idrus adalah seorang ulama karismatik dan tokoh terpandang saat itu. Neneknya Sayyidah Salma binti Umar bin Ahmad Al 'alawy termasuk wanita ahli ibadah.
Imam Abdullah Al Haddad Lahir pada malam Senin, bulan Safar 1044 H, di kota Tarim, Hadramaut, Republik Demokrasi Yaman.
Ayahnya, Al Habib Alawi bin Muhammad adalah seorang yang saleh dari keturunan orang-orang saleh. Di masa mudanya, beliau berkunjung ke kediaman Habib Ahmad bin Muhammad Al-Habsyi Shôhibusy Syi‘ib untuk memohon doa, Habib Ahmad berkata, “Anak-anakmu adalah anak-anak kami juga, mereka diberkahi Allah.” Saat itu Habib Alwi tidak mengerti maksud ucapan Habib Ahmad. Namun, setelah menikahi Salma, cucu dari Habib Ahmad bin Muhammad, Habib Alwi baru sadar bahwa rupanya perkawinan ini yang diisyaratkan oleh Habib Ahmad bin Muhammad dalam ucapannya.
Sebagaimana suaminya, Sayyidah Salma binti Idrus bin Ahmad Alhabsyi adalah seorang wanita yang sholihah. Dari istrinya ini, Habib Alwi mendapat putra-putri yang baik dan saleh, di antaranya adalah Abdullah. Kedua orang tuanya wafat di bulan dan tahun yang sama, ayahnya Sayyid Alawi wafat pada malam Senin, 21 Rajab 1072 H, dan empat hari kemudian disusul wafat ibunya pada hari Rabu, 24 Rajab 1072 H.
Pada usia tiga tahun, Imam Abdullah Al Haddad terjangkit sakit cacar yang mengakibatkan kebutaan pada kedua matanya. Namun, musibah ini sama sekali tidak mengurangi kegigihannya dalam menuntut ilmu. Ia berhasil menghapal Quran dan menguasai berbagai ilmu agama ketika terhitung masih kanak-kanak.
Rupanya Allah berkenan menggantikan penglihatan lahirnya dengan penglihatan batin, sehingga kemampuan menghapal dan daya pemahamannya sangat mengagumkan. Setiap membaca Alqur'an beliau membacanya dengan tekun dan khusyu, serta memahami maknanya, sehingga beliau menangis bila membaca ayat-ayat yang menceritakan tentang kematian dan hari kebangkitan terutama yang terkandung di dalam surat Yasin.
Beliau sejak kecil gemar beribadah dan riyâdhoh. Nenek dan kedua orang tuanya seringkali tidak tega menyaksikan anaknya yang buta ini melakukan berbagai ibadah dan riyâdhoh. Mereka menasihati agar ia berhenti menyiksa diri. Demi menjaga perasaan keluarganya, si kecil Abdullah pun mengurangi ibadah dan riyâdhoh yang sesungguhnya amat ia gemari. Ia pun kini memiliki lebih banyak waktu untuk bermain-main dengan teman-teman sebayanya.
“Subhânallôh, sungguh indah masa kanak-kanak...,” kenang beliau suatu hari.
Di kota Tarim, beliau tumbuh dewasa. Bekas-bekas cacar tidak tampak lagi di wajahnya. Beliau berperawakan tinggi, berdada bidang, berkulit putih, dan berwibawa. Tutur bahasanya menarik, sarat dengan mutiara ilmu dan nasihat berharga. Beliau sangat gemar menuntut ilmu. Kegemarannya ini membuatnya sering melakukan perjalanan untuk menemui kaum ulama., “Apa kalian kira aku mencapai ini dengan santai? Tidak tahukah kalian bahwa aku berkeliling ke seluruh kota-kota (di Hadramaut) untuk menjumpai kaum sholihin, menuntut ilmu dan mengambil berkah dari mereka?”
Yaman dan Syam adalah dua negri yang pernah mendapat doa keberkahan dari Rasulullah SAW,sebagaimana yang diterangkan dalam Shohih Bukhari.
Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
اَللّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ يَمَنِنَا
“ Ya Allah limpahkanlah keberkahan untuk wilayah Syam, Ya Allah limpahkanlah keberkahan untuk Yaman”
dan Sabda Nabi SAW :
أَتَاكُمْ أَهْلَ اْليَمَن هُمْ أَرَقُّ أَفْئِدَةً وَأَلْيَنُ قُلُوْبًا اَلْإِيْمَانُ يَمَانٌ وَالْحِكْمَةُ يَمَانِيَّةٌ .
“ Datang kepada kalian penduduk Yaman mereka lebih ramah perasaannya dan lebih lembut hatinya, iman adalah penduduk Yaman dan hikmah kemuliaan ada pada penduduk Yaman .” ( Shahih Al Bukhari ).
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Al Imam Abdullah Bin Alwy Al Haddad.
Beliau adalah Abdullah bin Alawi bin Muhammad bin Ahmad bin Abdullah bin bin Muhammad bin Alawi bin Ahmad (yang dijuluki Alhaddad kakek ke-6) bin Abu Bakar bin Ahmad bin Muhammad bin Abdullah bin Ahmad bin Abdurrahman bin Alawi bin Muhammad (shohibu marbath) bin Ali kholi'ul qasam bin Imam Alawi bin Muhammad bin Alawi bin Abdullah bin Imam Almuhajir Ahamd bin Isa bin Muhammad bin Imam Ali Aluraidha bin Imam Ja'far Asshodiq bin Muhammad Al Bagir bin Imam Ali Zainal Abidin bin Imam Husain bin Fathimah Azzahra binti Rasulullah SAW.
Ibunya bernama Sayyidah Salma binti Idrus bin Ahmad Alhabsyi. Kakeknya Syekh Idrus adalah seorang ulama karismatik dan tokoh terpandang saat itu. Neneknya Sayyidah Salma binti Umar bin Ahmad Al 'alawy termasuk wanita ahli ibadah.
Imam Abdullah Al Haddad Lahir pada malam Senin, bulan Safar 1044 H, di kota Tarim, Hadramaut, Republik Demokrasi Yaman.
Ayahnya, Al Habib Alawi bin Muhammad adalah seorang yang saleh dari keturunan orang-orang saleh. Di masa mudanya, beliau berkunjung ke kediaman Habib Ahmad bin Muhammad Al-Habsyi Shôhibusy Syi‘ib untuk memohon doa, Habib Ahmad berkata, “Anak-anakmu adalah anak-anak kami juga, mereka diberkahi Allah.” Saat itu Habib Alwi tidak mengerti maksud ucapan Habib Ahmad. Namun, setelah menikahi Salma, cucu dari Habib Ahmad bin Muhammad, Habib Alwi baru sadar bahwa rupanya perkawinan ini yang diisyaratkan oleh Habib Ahmad bin Muhammad dalam ucapannya.
Sebagaimana suaminya, Sayyidah Salma binti Idrus bin Ahmad Alhabsyi adalah seorang wanita yang sholihah. Dari istrinya ini, Habib Alwi mendapat putra-putri yang baik dan saleh, di antaranya adalah Abdullah. Kedua orang tuanya wafat di bulan dan tahun yang sama, ayahnya Sayyid Alawi wafat pada malam Senin, 21 Rajab 1072 H, dan empat hari kemudian disusul wafat ibunya pada hari Rabu, 24 Rajab 1072 H.
Pada usia tiga tahun, Imam Abdullah Al Haddad terjangkit sakit cacar yang mengakibatkan kebutaan pada kedua matanya. Namun, musibah ini sama sekali tidak mengurangi kegigihannya dalam menuntut ilmu. Ia berhasil menghapal Quran dan menguasai berbagai ilmu agama ketika terhitung masih kanak-kanak.
Rupanya Allah berkenan menggantikan penglihatan lahirnya dengan penglihatan batin, sehingga kemampuan menghapal dan daya pemahamannya sangat mengagumkan. Setiap membaca Alqur'an beliau membacanya dengan tekun dan khusyu, serta memahami maknanya, sehingga beliau menangis bila membaca ayat-ayat yang menceritakan tentang kematian dan hari kebangkitan terutama yang terkandung di dalam surat Yasin.
Beliau sejak kecil gemar beribadah dan riyâdhoh. Nenek dan kedua orang tuanya seringkali tidak tega menyaksikan anaknya yang buta ini melakukan berbagai ibadah dan riyâdhoh. Mereka menasihati agar ia berhenti menyiksa diri. Demi menjaga perasaan keluarganya, si kecil Abdullah pun mengurangi ibadah dan riyâdhoh yang sesungguhnya amat ia gemari. Ia pun kini memiliki lebih banyak waktu untuk bermain-main dengan teman-teman sebayanya.
“Subhânallôh, sungguh indah masa kanak-kanak...,” kenang beliau suatu hari.
Di kota Tarim, beliau tumbuh dewasa. Bekas-bekas cacar tidak tampak lagi di wajahnya. Beliau berperawakan tinggi, berdada bidang, berkulit putih, dan berwibawa. Tutur bahasanya menarik, sarat dengan mutiara ilmu dan nasihat berharga. Beliau sangat gemar menuntut ilmu. Kegemarannya ini membuatnya sering melakukan perjalanan untuk menemui kaum ulama., “Apa kalian kira aku mencapai ini dengan santai? Tidak tahukah kalian bahwa aku berkeliling ke seluruh kota-kota (di Hadramaut) untuk menjumpai kaum sholihin, menuntut ilmu dan mengambil berkah dari mereka?”
Yaman dan Syam adalah dua negri yang pernah mendapat doa keberkahan dari Rasulullah SAW,sebagaimana yang diterangkan dalam Shohih Bukhari.
Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
اَللّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ يَمَنِنَا
“ Ya Allah limpahkanlah keberkahan untuk wilayah Syam, Ya Allah limpahkanlah keberkahan untuk Yaman”
dan Sabda Nabi SAW :
أَتَاكُمْ أَهْلَ اْليَمَن هُمْ أَرَقُّ أَفْئِدَةً وَأَلْيَنُ قُلُوْبًا اَلْإِيْمَانُ يَمَانٌ وَالْحِكْمَةُ يَمَانِيَّةٌ .
“ Datang kepada kalian penduduk Yaman mereka lebih ramah perasaannya dan lebih lembut hatinya, iman adalah penduduk Yaman dan hikmah kemuliaan ada pada penduduk Yaman .” ( Shahih Al Bukhari ).
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Rabu, 18 November 2009
AIR MATA RINDU BILAL BIN RABAH RA.
Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh
Ini ada sekedar Titisan cerita Yang bagus
Dibaca Yaa...
AIR MATA RINDU
Langit Madinah kala itu mendung. Bukan mendung biasa, tetapi mendung yang kental dengan kesuraman dan kesedihan. Seluruh manusia bersedih, burung-burung enggan berkicau, daun dan mayang kurma enggan melambai, angin enggan berhembus, bahkan matahari enggan nampak. Seakan-akan seluruh alam menangis, kehilangan sosok manusia yang diutus sebagai rahmat sekalian alam. Di salah satu sudut Masjid Nabawi, sesosok pria yang legam kulitnya menangis tanpa bisa menahan tangisnya.
-----
Waktu shalat telah tiba. Bilal bin Rabah, pria legam itu, beranjak menunaikan tugasnya yang biasa: mengumandangkan adzan.
Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Suara beningnya yang indah nan lantang terdengar di seantero Madinah. Penduduk Madinah beranjak menuju masjid. Masih dalam kesedihan, sadar bahwa pria yang selama ini mengimami mereka tak akan pernah muncul lagi dari biliknya di sisi masjid.
Asyhadu anla ilaha illallah, Asyhadu anla ilaha ilallah.
Suara bening itu kini bergetar. Penduduk Madinah bertanya-tanya, ada apa gerangan. Jamaah yang sudah berkumpul di masjid melihat tangan pria legam itu bergetar tak beraturan.
Asy...hadu.. an..na.. M..Mu..mu..hammmad. ..
Suara bening itu tak lagi terdengar jelas. Kini tak hanya tangan Bilal yang bergetar hebat, seluruh tubuhnya gemetar tak beraturan, seakan-akan ia tak sanggup berdiri dan bisa roboh kapanpun juga. Wajahnya sembab. Air matanya mengalir deras, tidak terkontrol. Air matanya membasahi seluruh kelopak, pipi, dagu, hingga jenggot. Tanah tempat ia berdiri kini dipenuhi oleh bercak-bercak bekas air matanya yang jatuh ke bumi. Seperti tanah yang habis di siram rintik-rintik air hujan.
Ia mencoba mengulang kalimat adzannya yang terputus. Salah satu kalimat dari dua kalimat syahadat. Kalimat persaksian bahwa Muhammad bin Abdullah adalah Rasul ALLAH.
Asy...ha..du. .annna...
Kali ini ia tak bisa meneruskan lebih jauh. Tubuhnya mulai limbung. Sahabat yang tanggap menghampirinya, memeluknya dan meneruskan adzan yang terpotong.
Saat itu tak hanya Bilal yang menangis, tapi seluruh jamaah yang berkumpul di Masjid Nabawi, bahkan yang tidak berada di masjid ikut menangis. Mereka semua merasakan kepedihan ditinggal Kekasih ALLAH untuk selama-lamanya. Semua menangis, tapi tidak seperti Bilal. Tangis Bilal lebih deras dari semua penduduk Madinah. Tak ada yang tahu persis kenapa Bilal seperti itu, tapi Abu Bakar ash-Shiddiq ra. tahu. Ia pun membebastugaskan Bilal dari tugas mengumandangkan adzan.
Saat mengumandangkan adzan, tiba-tiba kenangannya bersama Rasulullah SAW berkelabat tanpa ia bisa membendungnya. Ia teringat bagaimana Rasulullah SAW memuliakannya di saat ia selalu terhina, hanya karena ia budak dari Afrika. Ia teringat bagaimana Rasulullah SAW menjodohkannya. Saat itu Rasulullah meyakinkan keluarga mempelai wanita dengan berkata, "Bilal adalah pasangan dari surga, nikahkanlah saudari perempuanmu dengannya." Pria legam itu terenyuh mendengar sanjungan Sang Nabi akan dirinya, seorang pria berkulit hitam, tidak tampan, dan mantan budak.
Kenangan-kenangan akan sikap Rasul yang begitu lembut pada dirinya berkejar-kejaran saat ia mengumandangkan adzan. Ingatan akan sabda Rasul, "Bilal, istirahatkanlah kami dengan shalat." lalu ia pun beranjak adzan, muncul begitu saja tanpa ia bisa dibendung. Kini tak ada lagi suara lembut yang meminta istirahat dengan shalat.
Bilal pun teringat bahwa ia biasanya pergi menuju bilik Nabi yang berdampingan dengan Masjid Nabawi setiap mendekati waktu shalat. Di depan pintu bilik Rasul, Bilal berkata, "Saatnya untuk shalat, saatnya untuk meraih kemenangan. Wahai Rasulullah, saatnya untuk shalat." Kini tak ada lagi pria mulia di balik bilik itu yang akan keluar dengan wajah yang ramah dan penuh rasa terima kasih karena sudah diingatkan akan waktu shalat.
Bilal teringat, saat shalat 'Ied dan shalat Istisqa' ia selalu berjalan di depan Rasulullah dengan tombak di tangan menuju tempat diselenggarakan shalat. Salah satu dari tiga tombak pemberian Raja Habasyah kepada Rasulullah SAW. Satu diberikan Rasul kepada Umar bin Khattab ra., satu untuk dirinya sendiri, dan satu ia berikan kepada Bilal. Kini hanya tombak itu saja yang masih ada, tanpa diiringi pria mulia yang memberikannya tombak tersebut. Hati Bilal makin perih.
Seluruh kenangan itu bertumpuk-tumpuk, membuncah bercampur dengan rasa rindu dan cinta yang sangat pada diri Bilal. Bilal sudah tidak tahan lagi. Ia tidak sanggup lagi untuk mengumandangkan adzan.
Abu Bakar tahu akan perasaan Bilal. Saat Bilal meminta izin untuk tidak mengumandankan adzan lagi, beliau mengizinkannya. Saat Bilal meminta izin untuk meninggalkan Madinah, Abu Bakar kembali mengizinkan. Bagi Bilal, setiap sudut kota Madinah akan selalu membangkitkan kenangan akan Rasul, dan itu akan semakin membuat dirinya merana karena rindu. Ia memutuskan meninggalkan kota itu. Ia pergi ke Damaskus bergabung dengan mujahidin di sana. Madinah semakin berduka. Setelah ditinggal al-Musthafa, kini mereka ditinggal pria legam mantan budak tetapi memiliki hati secemerlang cermin.
----
Jazirah Arab kembali berduka. Kini sahabat terdekat Muhammad SAW, khalifah pertama, menyusulnya ke pangkuan Ilahi. Pria yang bergelar Al-Furqan menjadi penggantinya. Umat Muslim menaruh harapan yang besar kepadanya.
Umar bin Khattab berangkat ke Damaskus, Syria. Tujuannya hanya satu, menemui Bilal dan membujuknya untuk mengumandangkan adzan kembali. Setelah dua tahun yang melelahkan; berperang melawan pembangkang zakat, berperang dengan mereka yang mengaku Nabi, dan berupaya menjaga keutuhan umat; Umar berupaya menyatukan umat dan menyemangati mereka yang mulai lelah akan pertikaian. Umar berupaya mengumpulkan semua muslim ke masjid untuk bersama-sama merengkuh kekuatan dari Yang Maha Kuat. Sekaligus kembali menguatkan cinta mereka kepada Rasul-Nya. Umar membujuk Bilal untuk kembali mengumandangkan adzan.
Bilal menolak, tetapi bukan Umar namanya jika khalifah kedua tersebut mudah menyerah. Ia kembali membujuk dan membujuk. "Hanya sekali", bujuk Umar. "Ini semua untuk umat. Umat yang dicintai Muhammad, umat yang dipanggil Muhammad saat sakaratul mautnya. Begitu besar cintamu kepada Muhammad, maka tidakkah engkau cinta pada umat yang dicintai Muhammad?"
Bilal tersentuh. Ia menyetujui untuk kembali mengumandangkan adzan. Hanya sekali, saat waktu Subuh..
Hari saat Bilal akan mengumandangkan adzan pun tiba. Berita tersebut sudah tersiar ke seantero negeri. Ratusan hingga ribuan kaum muslimin memadati masjid demi mendengar kembali suara bening yang legendaris itu.
Allahu Akbar, Allahu Akbar
Asyhadu anla ilaha illallah, Asyhadu anla ilaha illallah
Asyhadu anna Muhammadarrasululla h
Sampai di sini Bilal berhasil menguatkan dirinya. Kumandang adzan kali itu beresonansi dengan kerinduan Bilal akan Sang Rasul, menghasilkan senandung yang indah lebih indah dari karya maestro komposer ternama masa modern mana pun jua. Kumandang adzan itu begitu menyentuh hati, merasuk ke dalam jiwa, dan membetot urat kerinduan akan Sang Rasul. Seluruh yang hadir dan mendengarnya menangis secara spontan.
Asyhadu anna Muhammadarrasululla h
Kini getaran resonansinya semakin kuat. Menghanyutkan Bilal dan para jamaah di kolam rindu yang tak berujung. Tangis rindu semakin menjadi-jadi. Bumi Arab kala itu kembali basah akan air mata.
Hayya 'alash-shalah, hayya 'alash-shalah
Tak ada yang tak mendengar seruan itu kecuali ia berangkat menuju masjid.
Hayya `alal-falah, hayya `alal-falah
Seruan akan kebangkitan dan harapan berkumandang. Optimisme dan harapan kaum muslimin meningkat dan membuncah.
Allahu Akbar, Allahu Akbar
Allah-lah yang Maha Besar, Maha Perkasa dan Maha Berkehendak. Masihkah kau takut kepada selain-Nya? Masihkah kau berani menenetang perintah-Nya?
La ilaha illallah
Tiada tuhan selain ALLAH. Jika engkau menuhankan Muhammad, ketahuilah bahwa ia telah wafat. ALLAH Maha Hidup dan tak akan pernah mati.
----
Tahun 20 Hijriah. Bilal terbaring lemah di tempat tidurnya. Usianya saat itu 70 tahun. Sang istri di sampingnya tak bisa menahan kesedihannya. Ia menangis, menangis dan menangis. Sadar bahwa sang suami tercinta akan segera menemui Rabbnya.
"Jangan menangis," katanya kepada istri. "Sebentar lagi aku akan menemui Rasulullah SAW dan sahabat-sahabatku yang lain. Jika ALLAH mengizinkan, aku akan bertemu kembali dengan mereka esok hari."
Esoknya ia benar-benar sudah dipanggil ke hadapan Rabbnya. Pria yang suara langkah terompahnya terdengar sampai surga saat ia masih hidup, berada dalam kebahagiaan yang sangat. Ia bisa kembali bertemu dengan sosok yang selama ini ia rindukan. Ia bisa kembali menemani Rasulullah, seperti sebelumnya saat masih di dunia.
------------ --------
Wassalamualaikum wr wb.
Ini ada sekedar Titisan cerita Yang bagus
Dibaca Yaa...
AIR MATA RINDU
Langit Madinah kala itu mendung. Bukan mendung biasa, tetapi mendung yang kental dengan kesuraman dan kesedihan. Seluruh manusia bersedih, burung-burung enggan berkicau, daun dan mayang kurma enggan melambai, angin enggan berhembus, bahkan matahari enggan nampak. Seakan-akan seluruh alam menangis, kehilangan sosok manusia yang diutus sebagai rahmat sekalian alam. Di salah satu sudut Masjid Nabawi, sesosok pria yang legam kulitnya menangis tanpa bisa menahan tangisnya.
-----
Waktu shalat telah tiba. Bilal bin Rabah, pria legam itu, beranjak menunaikan tugasnya yang biasa: mengumandangkan adzan.
Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Suara beningnya yang indah nan lantang terdengar di seantero Madinah. Penduduk Madinah beranjak menuju masjid. Masih dalam kesedihan, sadar bahwa pria yang selama ini mengimami mereka tak akan pernah muncul lagi dari biliknya di sisi masjid.
Asyhadu anla ilaha illallah, Asyhadu anla ilaha ilallah.
Suara bening itu kini bergetar. Penduduk Madinah bertanya-tanya, ada apa gerangan. Jamaah yang sudah berkumpul di masjid melihat tangan pria legam itu bergetar tak beraturan.
Asy...hadu.. an..na.. M..Mu..mu..hammmad. ..
Suara bening itu tak lagi terdengar jelas. Kini tak hanya tangan Bilal yang bergetar hebat, seluruh tubuhnya gemetar tak beraturan, seakan-akan ia tak sanggup berdiri dan bisa roboh kapanpun juga. Wajahnya sembab. Air matanya mengalir deras, tidak terkontrol. Air matanya membasahi seluruh kelopak, pipi, dagu, hingga jenggot. Tanah tempat ia berdiri kini dipenuhi oleh bercak-bercak bekas air matanya yang jatuh ke bumi. Seperti tanah yang habis di siram rintik-rintik air hujan.
Ia mencoba mengulang kalimat adzannya yang terputus. Salah satu kalimat dari dua kalimat syahadat. Kalimat persaksian bahwa Muhammad bin Abdullah adalah Rasul ALLAH.
Asy...ha..du. .annna...
Kali ini ia tak bisa meneruskan lebih jauh. Tubuhnya mulai limbung. Sahabat yang tanggap menghampirinya, memeluknya dan meneruskan adzan yang terpotong.
Saat itu tak hanya Bilal yang menangis, tapi seluruh jamaah yang berkumpul di Masjid Nabawi, bahkan yang tidak berada di masjid ikut menangis. Mereka semua merasakan kepedihan ditinggal Kekasih ALLAH untuk selama-lamanya. Semua menangis, tapi tidak seperti Bilal. Tangis Bilal lebih deras dari semua penduduk Madinah. Tak ada yang tahu persis kenapa Bilal seperti itu, tapi Abu Bakar ash-Shiddiq ra. tahu. Ia pun membebastugaskan Bilal dari tugas mengumandangkan adzan.
Saat mengumandangkan adzan, tiba-tiba kenangannya bersama Rasulullah SAW berkelabat tanpa ia bisa membendungnya. Ia teringat bagaimana Rasulullah SAW memuliakannya di saat ia selalu terhina, hanya karena ia budak dari Afrika. Ia teringat bagaimana Rasulullah SAW menjodohkannya. Saat itu Rasulullah meyakinkan keluarga mempelai wanita dengan berkata, "Bilal adalah pasangan dari surga, nikahkanlah saudari perempuanmu dengannya." Pria legam itu terenyuh mendengar sanjungan Sang Nabi akan dirinya, seorang pria berkulit hitam, tidak tampan, dan mantan budak.
Kenangan-kenangan akan sikap Rasul yang begitu lembut pada dirinya berkejar-kejaran saat ia mengumandangkan adzan. Ingatan akan sabda Rasul, "Bilal, istirahatkanlah kami dengan shalat." lalu ia pun beranjak adzan, muncul begitu saja tanpa ia bisa dibendung. Kini tak ada lagi suara lembut yang meminta istirahat dengan shalat.
Bilal pun teringat bahwa ia biasanya pergi menuju bilik Nabi yang berdampingan dengan Masjid Nabawi setiap mendekati waktu shalat. Di depan pintu bilik Rasul, Bilal berkata, "Saatnya untuk shalat, saatnya untuk meraih kemenangan. Wahai Rasulullah, saatnya untuk shalat." Kini tak ada lagi pria mulia di balik bilik itu yang akan keluar dengan wajah yang ramah dan penuh rasa terima kasih karena sudah diingatkan akan waktu shalat.
Bilal teringat, saat shalat 'Ied dan shalat Istisqa' ia selalu berjalan di depan Rasulullah dengan tombak di tangan menuju tempat diselenggarakan shalat. Salah satu dari tiga tombak pemberian Raja Habasyah kepada Rasulullah SAW. Satu diberikan Rasul kepada Umar bin Khattab ra., satu untuk dirinya sendiri, dan satu ia berikan kepada Bilal. Kini hanya tombak itu saja yang masih ada, tanpa diiringi pria mulia yang memberikannya tombak tersebut. Hati Bilal makin perih.
Seluruh kenangan itu bertumpuk-tumpuk, membuncah bercampur dengan rasa rindu dan cinta yang sangat pada diri Bilal. Bilal sudah tidak tahan lagi. Ia tidak sanggup lagi untuk mengumandangkan adzan.
Abu Bakar tahu akan perasaan Bilal. Saat Bilal meminta izin untuk tidak mengumandankan adzan lagi, beliau mengizinkannya. Saat Bilal meminta izin untuk meninggalkan Madinah, Abu Bakar kembali mengizinkan. Bagi Bilal, setiap sudut kota Madinah akan selalu membangkitkan kenangan akan Rasul, dan itu akan semakin membuat dirinya merana karena rindu. Ia memutuskan meninggalkan kota itu. Ia pergi ke Damaskus bergabung dengan mujahidin di sana. Madinah semakin berduka. Setelah ditinggal al-Musthafa, kini mereka ditinggal pria legam mantan budak tetapi memiliki hati secemerlang cermin.
----
Jazirah Arab kembali berduka. Kini sahabat terdekat Muhammad SAW, khalifah pertama, menyusulnya ke pangkuan Ilahi. Pria yang bergelar Al-Furqan menjadi penggantinya. Umat Muslim menaruh harapan yang besar kepadanya.
Umar bin Khattab berangkat ke Damaskus, Syria. Tujuannya hanya satu, menemui Bilal dan membujuknya untuk mengumandangkan adzan kembali. Setelah dua tahun yang melelahkan; berperang melawan pembangkang zakat, berperang dengan mereka yang mengaku Nabi, dan berupaya menjaga keutuhan umat; Umar berupaya menyatukan umat dan menyemangati mereka yang mulai lelah akan pertikaian. Umar berupaya mengumpulkan semua muslim ke masjid untuk bersama-sama merengkuh kekuatan dari Yang Maha Kuat. Sekaligus kembali menguatkan cinta mereka kepada Rasul-Nya. Umar membujuk Bilal untuk kembali mengumandangkan adzan.
Bilal menolak, tetapi bukan Umar namanya jika khalifah kedua tersebut mudah menyerah. Ia kembali membujuk dan membujuk. "Hanya sekali", bujuk Umar. "Ini semua untuk umat. Umat yang dicintai Muhammad, umat yang dipanggil Muhammad saat sakaratul mautnya. Begitu besar cintamu kepada Muhammad, maka tidakkah engkau cinta pada umat yang dicintai Muhammad?"
Bilal tersentuh. Ia menyetujui untuk kembali mengumandangkan adzan. Hanya sekali, saat waktu Subuh..
Hari saat Bilal akan mengumandangkan adzan pun tiba. Berita tersebut sudah tersiar ke seantero negeri. Ratusan hingga ribuan kaum muslimin memadati masjid demi mendengar kembali suara bening yang legendaris itu.
Allahu Akbar, Allahu Akbar
Asyhadu anla ilaha illallah, Asyhadu anla ilaha illallah
Asyhadu anna Muhammadarrasululla h
Sampai di sini Bilal berhasil menguatkan dirinya. Kumandang adzan kali itu beresonansi dengan kerinduan Bilal akan Sang Rasul, menghasilkan senandung yang indah lebih indah dari karya maestro komposer ternama masa modern mana pun jua. Kumandang adzan itu begitu menyentuh hati, merasuk ke dalam jiwa, dan membetot urat kerinduan akan Sang Rasul. Seluruh yang hadir dan mendengarnya menangis secara spontan.
Asyhadu anna Muhammadarrasululla h
Kini getaran resonansinya semakin kuat. Menghanyutkan Bilal dan para jamaah di kolam rindu yang tak berujung. Tangis rindu semakin menjadi-jadi. Bumi Arab kala itu kembali basah akan air mata.
Hayya 'alash-shalah, hayya 'alash-shalah
Tak ada yang tak mendengar seruan itu kecuali ia berangkat menuju masjid.
Hayya `alal-falah, hayya `alal-falah
Seruan akan kebangkitan dan harapan berkumandang. Optimisme dan harapan kaum muslimin meningkat dan membuncah.
Allahu Akbar, Allahu Akbar
Allah-lah yang Maha Besar, Maha Perkasa dan Maha Berkehendak. Masihkah kau takut kepada selain-Nya? Masihkah kau berani menenetang perintah-Nya?
La ilaha illallah
Tiada tuhan selain ALLAH. Jika engkau menuhankan Muhammad, ketahuilah bahwa ia telah wafat. ALLAH Maha Hidup dan tak akan pernah mati.
----
Tahun 20 Hijriah. Bilal terbaring lemah di tempat tidurnya. Usianya saat itu 70 tahun. Sang istri di sampingnya tak bisa menahan kesedihannya. Ia menangis, menangis dan menangis. Sadar bahwa sang suami tercinta akan segera menemui Rabbnya.
"Jangan menangis," katanya kepada istri. "Sebentar lagi aku akan menemui Rasulullah SAW dan sahabat-sahabatku yang lain. Jika ALLAH mengizinkan, aku akan bertemu kembali dengan mereka esok hari."
Esoknya ia benar-benar sudah dipanggil ke hadapan Rabbnya. Pria yang suara langkah terompahnya terdengar sampai surga saat ia masih hidup, berada dalam kebahagiaan yang sangat. Ia bisa kembali bertemu dengan sosok yang selama ini ia rindukan. Ia bisa kembali menemani Rasulullah, seperti sebelumnya saat masih di dunia.
------------ --------
Wassalamualaikum wr wb.
Minggu, 15 November 2009
SEPUTAR QURBAN DAN KETENTUANNYA.
Assalamualaikum wr wb.
Oleh : Sayyid Muhammad bin Alwi AlHaddad.
Berqurban/Udhiyah adalah Menyembelih hewan ternak yang 3 jenis yaitu Onta,Sapi atau Kambing dalam rangka Taqarrub ilallah (mendekatkan diri kpd Allah swt) dilaksanakan pada hari9 raya Iedul Adha dan 3 hari setelahnya.Berqurba n satu ekor onta atau sapi bisa menjadi qurbqn untuk 7 orang adapun satu ekor kambing hanya untuk 1 orang,adapun berpatungan membeli hewan qurban maka tidak sah qurbannya HANYA saja menjadi pahala sedekah.
Hukum berqurban adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) dan dapat menjadi wajib bila di NAZAR kan,seperti pernyataan 'saya Nazar akan berqurban'. Nabi Muhammad saw bersabda : 'Dihari Nahr (Iedul Adha) tidak ada yang lebih afdhol dilakukan anak Adam (manusia) melainkan menumpahkan darah Qurban,Sesungguhnya Hewan itu akan datang di hari kiamat dengan tanduk dan kukunya.Dan sesungguhnya darahnya akan sampai disuatu tempat dihadapan Allah swt sebelum menetes ke bumi,maka kerjakanlah dengan senang hati'. Berkata Imam Syafe'i 'Aku tidak akan mengizinkan siapapun yang mampu untuk meninggalkannya' , yakni hukumnya makruh jika mampu berqurban tapi tidak melaksanakannya.
Waktu berqurban yaitu setelah sholat Iedul adha dan 2 khutbahnya tgl 10 Dzulhijjah sampai masuk waktu Magrib di hari Tasyrik yang ke 3 atau tanggal 13 dzulhijjah. Hewan yang sah dijadikan qurban harus normal dan sehat tanpa cacat pada bagian2 berikut :
- Mata (picak/rusak yang jelas sebelah matanya)
- Kaki (pincang yang jelas jika lari dgn kambing sebayanya tertinggal)
- Sakit yang nampak jelas kurus hingga mempengaruhi kwalitas dagingnya)
- Tubuhnya kurus mempengaruhi hilangnya sumsum)
- Putus yang banyak pada kuping/ekornya atau lahir tanpa kuping.
Adapun jika cacatnya ditanduk (pecah/belah) atau hewan yang dikebiri boleh2 saja,bahkan Nabi saw pernah berqurban dengan 2 kambing yang di kebiri.Hewan yang di Qurban lebih afdhol yang :
- Bertanduk
- Berwarna Putih atau Putihnya dominan krn lebih afdhol dari warna gelap/hitam.
- Hewan berwarna gelap namun gemuk lbh afdhol dari putih tapi kurus.
- Kambing betina yang tidak melahirkan lbh afdhol dari yang jantan.
- Kambing jantan lbh afdhol dari yang betina yang melahirkan.
Disunnahkan menyembelih sendiri jika memiliki keahlian,seperti yang dilakukan Rasulullah saw jika tidak maka sunnah menyaksikan penyembelihannya sebagaimana Rasul saw bersabda kepada Sayyidah Fatimah ketika berqurban "Bangun dan saksikanlah, sesungguhnya tetesan darah pertama (hewan qurban tsb) adalah penghapusan dosa mu'.
Ketika menyambelih disunnahkan beberapa hal sbb :
1.Menajamkan pisau.
2.Membaca Bismillah jika tidak hukumnya makruh namun halal dagingnya (menurut Imam Syafe'i , menurut Imam Hanifah hukumnya wajib membaca Bismillah).
3.Bersholawat kepada Nabi Muhammad saw.
4.Penyembelih menghadapkan dirinya dan hewan qurbannya ke kiblat dengan dibaringkan ke sebelah kiri.
5.Bertakbir (AllahuAkbar) boleh 1x atau 3x.
6.Berdoa agar Qurbannya diterima Allah swt,seraya berucap :
"Allahumma minka wa alaika,Taqqaballah. ." artinya 'Ya Allah qurban ini nikmatMu dan dengannya aku mendekatkan diri kepadaMu,maka terimalah..' .
Adapun bagi yang berqurban sunnah maka boleh baginya memakan dagingnya hingga 1/3 dan yang sunnah dimakan adlah hatinya,sebagaimana dilakukan Nabi saw,tapi wajib dari bagian daging hewan qurban tsb diberikan untuk faqir miskin,sebagaimana Firman Allah swt didalam surah alHajj ayat 28, artinya "Maka makanlah sebagian dari padanya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang2 sengsara lagi Faqir". Namun afdholnya menyedekahkan semuanya kecuali beberapa suap untuk dimakan dengan niat TABARRUK (mengharap berkah) karena qurban ini adalah jamuan Allah swt untuk seluruh umat Islam.
Daging qurban hanya boleh dimakan oleh orang Muslim baik miskin ataupun kaya.Namun demikian orang yang mampu hendaklah berlaku BIJAK dengan lebih mengutamakan orang miskin. 'Daging qurban tidak boleh di berikan kepada orang non muslim walaupun tetangga'
'Sedangkan Bagi yang berqurban karena NAZAR ia wajib menyedekahkan semua daging hewan qurbannya tanpa memakannya sedikitpun'.
Daging qurban harus dibagikan mentah bukan diolah (dimasak) sehingga si penerima bisa memakan atau menjualnya,berbeda dengan Aqiqah.Daging qurban boleh dimakan walaupun hari tasyrik (3 hari setelah iedul adha) sudah lewat.
Bagi yang hendak berqurban disunnahkan TIDAK memotong Rambut atau Kuku,mulai taggal 10 s/d 13 Dzulhijjah (walaupun pada hari Jum'at) agar seluruh anggota tubuhnya mendapat ampunan dan bebas dari api neraka.
Dalam melaksanakan qurban diHARAM kan beberapa hal sbb :
1.Menyewa tukang potong lalu memberikan upah.
Ket : Adapun jika meminta tolong pada orang tsb untuk menyembelih qurban lalu yang qurban/panitia memberi sedekah atau hadiah berupa uang atau kulit hewan atau apapun yang demikian itu dibolehkan (memberi sedekah/hadiah BUKAN upah).Tapi sepatutnya para pemotong hewan berniat Ibadah dan menolong karena qurban adalah sarana mendekatkan diri pada Allah swt (besar pahalanya) jadi tidak sepatutnya dijadikan Obyekan/Bisnis.
2.Diharamkan pula menjuala bagian apapun dari hewan qurban tsb ,baik daging,tanduk, kulit atau yang lainnya,Nabi saw bersabda : 'Siapa menjual kulit qurbannya maka ia takkan mendapat pahalanya'.HR. Tirmidzi)
3.Semua bagian yang sudah dibagikan baik daging atau kulit boleh dimakan ataupun dijual (terserah si penerima).
4.Jika terdapat Mushollah,Masjid, Majelis Taklim atau Panitia yang menerima hewan qurbqn lalu hendak menjual kulit hewan qurban tsb supaya menjadi HALAL hukumnya Panitia HARUS meminta kulit hewan qurban tsb lebih dahulu dari orang yang berqurban,jadi kulit tsb sudah menjadi milik panitia setelah itu sah lah kulit tsb jika hendak dijualpun halal.
Contoh 1 : Apabila datang kepada panitia hewan qurban seorang yang hendak berqurban membawa,hendaklah Panitia tsb meminta langsung kulit hewan qurban tsb kepada yang berqurban.
Contoh 2 : Apabila telah terkumpul kulit hewan qurban yang sudah disembelih,maka hendaknya diberikan terlebih dahulu kepada si penerima baik seorang panitia atau orang muslim lainnya selanjutnya terserah si penerima akan dijual atau diapakan saja Boleh/Halal.
Bolehkah berqurban dengan dua niat (niat Qurbqn dan Aqiqah)...?
- Menurut Imam Romli hal tsb di bolehkan (Imam Romli bermadzhab Imam Syafe'i).
Demikianlah Seputar Qurban dan Ketentuannya, Apabila ada permasalahan yang kurang dimengerti hendaknya ditanyakan kepada Alim Ulama setempat.
Mohon Maaf
Wassalamualaikum wr wb.
AlFaqir, Ahmad Prapanca.
Referensi : Kitab Syarah Al-Imam Al Bayjuri.
Di edarkan Oleh : Majelis Ta'lim AlAsrar Al Mudhariyah.
Pimpinan : Sayyid Muhammad bin Alwi AlHaddad.
Sekretariat : Jl. RA.Kartini no.52 Bekasi Timur.
E-mail ; darulasrar@gmail. com
Website : www.darul-asrar. blogspot. com.
Oleh : Sayyid Muhammad bin Alwi AlHaddad.
Berqurban/Udhiyah adalah Menyembelih hewan ternak yang 3 jenis yaitu Onta,Sapi atau Kambing dalam rangka Taqarrub ilallah (mendekatkan diri kpd Allah swt) dilaksanakan pada hari9 raya Iedul Adha dan 3 hari setelahnya.Berqurba n satu ekor onta atau sapi bisa menjadi qurbqn untuk 7 orang adapun satu ekor kambing hanya untuk 1 orang,adapun berpatungan membeli hewan qurban maka tidak sah qurbannya HANYA saja menjadi pahala sedekah.
Hukum berqurban adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) dan dapat menjadi wajib bila di NAZAR kan,seperti pernyataan 'saya Nazar akan berqurban'. Nabi Muhammad saw bersabda : 'Dihari Nahr (Iedul Adha) tidak ada yang lebih afdhol dilakukan anak Adam (manusia) melainkan menumpahkan darah Qurban,Sesungguhnya Hewan itu akan datang di hari kiamat dengan tanduk dan kukunya.Dan sesungguhnya darahnya akan sampai disuatu tempat dihadapan Allah swt sebelum menetes ke bumi,maka kerjakanlah dengan senang hati'. Berkata Imam Syafe'i 'Aku tidak akan mengizinkan siapapun yang mampu untuk meninggalkannya' , yakni hukumnya makruh jika mampu berqurban tapi tidak melaksanakannya.
Waktu berqurban yaitu setelah sholat Iedul adha dan 2 khutbahnya tgl 10 Dzulhijjah sampai masuk waktu Magrib di hari Tasyrik yang ke 3 atau tanggal 13 dzulhijjah. Hewan yang sah dijadikan qurban harus normal dan sehat tanpa cacat pada bagian2 berikut :
- Mata (picak/rusak yang jelas sebelah matanya)
- Kaki (pincang yang jelas jika lari dgn kambing sebayanya tertinggal)
- Sakit yang nampak jelas kurus hingga mempengaruhi kwalitas dagingnya)
- Tubuhnya kurus mempengaruhi hilangnya sumsum)
- Putus yang banyak pada kuping/ekornya atau lahir tanpa kuping.
Adapun jika cacatnya ditanduk (pecah/belah) atau hewan yang dikebiri boleh2 saja,bahkan Nabi saw pernah berqurban dengan 2 kambing yang di kebiri.Hewan yang di Qurban lebih afdhol yang :
- Bertanduk
- Berwarna Putih atau Putihnya dominan krn lebih afdhol dari warna gelap/hitam.
- Hewan berwarna gelap namun gemuk lbh afdhol dari putih tapi kurus.
- Kambing betina yang tidak melahirkan lbh afdhol dari yang jantan.
- Kambing jantan lbh afdhol dari yang betina yang melahirkan.
Disunnahkan menyembelih sendiri jika memiliki keahlian,seperti yang dilakukan Rasulullah saw jika tidak maka sunnah menyaksikan penyembelihannya sebagaimana Rasul saw bersabda kepada Sayyidah Fatimah ketika berqurban "Bangun dan saksikanlah, sesungguhnya tetesan darah pertama (hewan qurban tsb) adalah penghapusan dosa mu'.
Ketika menyambelih disunnahkan beberapa hal sbb :
1.Menajamkan pisau.
2.Membaca Bismillah jika tidak hukumnya makruh namun halal dagingnya (menurut Imam Syafe'i , menurut Imam Hanifah hukumnya wajib membaca Bismillah).
3.Bersholawat kepada Nabi Muhammad saw.
4.Penyembelih menghadapkan dirinya dan hewan qurbannya ke kiblat dengan dibaringkan ke sebelah kiri.
5.Bertakbir (AllahuAkbar) boleh 1x atau 3x.
6.Berdoa agar Qurbannya diterima Allah swt,seraya berucap :
"Allahumma minka wa alaika,Taqqaballah. ." artinya 'Ya Allah qurban ini nikmatMu dan dengannya aku mendekatkan diri kepadaMu,maka terimalah..' .
Adapun bagi yang berqurban sunnah maka boleh baginya memakan dagingnya hingga 1/3 dan yang sunnah dimakan adlah hatinya,sebagaimana dilakukan Nabi saw,tapi wajib dari bagian daging hewan qurban tsb diberikan untuk faqir miskin,sebagaimana Firman Allah swt didalam surah alHajj ayat 28, artinya "Maka makanlah sebagian dari padanya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang2 sengsara lagi Faqir". Namun afdholnya menyedekahkan semuanya kecuali beberapa suap untuk dimakan dengan niat TABARRUK (mengharap berkah) karena qurban ini adalah jamuan Allah swt untuk seluruh umat Islam.
Daging qurban hanya boleh dimakan oleh orang Muslim baik miskin ataupun kaya.Namun demikian orang yang mampu hendaklah berlaku BIJAK dengan lebih mengutamakan orang miskin. 'Daging qurban tidak boleh di berikan kepada orang non muslim walaupun tetangga'
'Sedangkan Bagi yang berqurban karena NAZAR ia wajib menyedekahkan semua daging hewan qurbannya tanpa memakannya sedikitpun'.
Daging qurban harus dibagikan mentah bukan diolah (dimasak) sehingga si penerima bisa memakan atau menjualnya,berbeda dengan Aqiqah.Daging qurban boleh dimakan walaupun hari tasyrik (3 hari setelah iedul adha) sudah lewat.
Bagi yang hendak berqurban disunnahkan TIDAK memotong Rambut atau Kuku,mulai taggal 10 s/d 13 Dzulhijjah (walaupun pada hari Jum'at) agar seluruh anggota tubuhnya mendapat ampunan dan bebas dari api neraka.
Dalam melaksanakan qurban diHARAM kan beberapa hal sbb :
1.Menyewa tukang potong lalu memberikan upah.
Ket : Adapun jika meminta tolong pada orang tsb untuk menyembelih qurban lalu yang qurban/panitia memberi sedekah atau hadiah berupa uang atau kulit hewan atau apapun yang demikian itu dibolehkan (memberi sedekah/hadiah BUKAN upah).Tapi sepatutnya para pemotong hewan berniat Ibadah dan menolong karena qurban adalah sarana mendekatkan diri pada Allah swt (besar pahalanya) jadi tidak sepatutnya dijadikan Obyekan/Bisnis.
2.Diharamkan pula menjuala bagian apapun dari hewan qurban tsb ,baik daging,tanduk, kulit atau yang lainnya,Nabi saw bersabda : 'Siapa menjual kulit qurbannya maka ia takkan mendapat pahalanya'.HR. Tirmidzi)
3.Semua bagian yang sudah dibagikan baik daging atau kulit boleh dimakan ataupun dijual (terserah si penerima).
4.Jika terdapat Mushollah,Masjid, Majelis Taklim atau Panitia yang menerima hewan qurbqn lalu hendak menjual kulit hewan qurban tsb supaya menjadi HALAL hukumnya Panitia HARUS meminta kulit hewan qurban tsb lebih dahulu dari orang yang berqurban,jadi kulit tsb sudah menjadi milik panitia setelah itu sah lah kulit tsb jika hendak dijualpun halal.
Contoh 1 : Apabila datang kepada panitia hewan qurban seorang yang hendak berqurban membawa,hendaklah Panitia tsb meminta langsung kulit hewan qurban tsb kepada yang berqurban.
Contoh 2 : Apabila telah terkumpul kulit hewan qurban yang sudah disembelih,maka hendaknya diberikan terlebih dahulu kepada si penerima baik seorang panitia atau orang muslim lainnya selanjutnya terserah si penerima akan dijual atau diapakan saja Boleh/Halal.
Bolehkah berqurban dengan dua niat (niat Qurbqn dan Aqiqah)...?
- Menurut Imam Romli hal tsb di bolehkan (Imam Romli bermadzhab Imam Syafe'i).
Demikianlah Seputar Qurban dan Ketentuannya, Apabila ada permasalahan yang kurang dimengerti hendaknya ditanyakan kepada Alim Ulama setempat.
Mohon Maaf
Wassalamualaikum wr wb.
AlFaqir, Ahmad Prapanca.
Referensi : Kitab Syarah Al-Imam Al Bayjuri.
Di edarkan Oleh : Majelis Ta'lim AlAsrar Al Mudhariyah.
Pimpinan : Sayyid Muhammad bin Alwi AlHaddad.
Sekretariat : Jl. RA.Kartini no.52 Bekasi Timur.
E-mail ; darulasrar@gmail. com
Website : www.darul-asrar. blogspot. com.
Jumat, 28 Agustus 2009
Hati-hati
Para pembaca yang budiman, beberapa hari belakangan ini saya sering mengikuti program2 islami d TV. Tentu banyak yang bagus tapi ada yang perlu d waspadai dan d benahi baik dari segi narasumbernya atau dari segi setingan acaranya. Berikut ini beberapa kesalahan2 yang saya dapati agar kita tidak menilai kesalahan sebagai suatu kebenaran.
1, Ada acara yang setiap berakhir d tampilkan nyanyian2 d lingkungan masjid bahkan kadang lagu2nya bertema cinta dan adapula personilnya yang tidak menutup aurat.
2, Ada muballigh yang tak sadar kalo ia sedang membahas dunia d masjid
3, Ada muballighoh yang salah berfatwa. Menurutnya orang yang menikah saat hamil harus d perbaharui lagi pernikahannya, padahal tidak ada tajdidunnikah kecuali bila dalam kasus cerai 1/2 lalu hingga masa 'iddah habis ia belum merujuk istrinya. Ia juga berpendapat bahwa wanita yang hamil d luar nikah tidak boleh d nikahi hingga melahirkan, ini pun salah padahal boleh dan sah.
Hal ini saya sampaikan karena prihatin kepada pendengan yang mengiyakan fatwa itu dan menganggapnya benar, semoga bermanfaat. Semoga tak ada lagi kesalahan2 semacam ini dan ada yang menegur mereka.
Pesan saya jgn mengandalkan belajar agama lewat TV.
1, Ada acara yang setiap berakhir d tampilkan nyanyian2 d lingkungan masjid bahkan kadang lagu2nya bertema cinta dan adapula personilnya yang tidak menutup aurat.
2, Ada muballigh yang tak sadar kalo ia sedang membahas dunia d masjid
3, Ada muballighoh yang salah berfatwa. Menurutnya orang yang menikah saat hamil harus d perbaharui lagi pernikahannya, padahal tidak ada tajdidunnikah kecuali bila dalam kasus cerai 1/2 lalu hingga masa 'iddah habis ia belum merujuk istrinya. Ia juga berpendapat bahwa wanita yang hamil d luar nikah tidak boleh d nikahi hingga melahirkan, ini pun salah padahal boleh dan sah.
Hal ini saya sampaikan karena prihatin kepada pendengan yang mengiyakan fatwa itu dan menganggapnya benar, semoga bermanfaat. Semoga tak ada lagi kesalahan2 semacam ini dan ada yang menegur mereka.
Pesan saya jgn mengandalkan belajar agama lewat TV.
Langganan:
Postingan (Atom)
